Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

SPBU SUMBER WETAN SERING KEHABISAN BBM SUBSIDI, DIDUGA ADANYA AKTIVITAS MOBIL PELANGSIR TENGKULAK SOLAR DAN PERTALITE YANG MENGUASAI KARENA PUNYA BEKINGAN

 
PROBOLINGGO – Liputan5News.com
 
SPBU Nomor 5467210 yang berlokasi di Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, kerap kehabisan pasokan solar subsidi maupun Pertalite. Kondisi ini diduga kuat disebabkan maraknya aktivitas tengkulak yang memborong bahan bakar menggunakan mobil Panther serta sepeda motor yang dimodifikasi tangkinya agar berkapasitas besar.
 
Para tengkulak diketahui mengisi bahan bakar dalam jumlah sangat besar — sekali pengisian melebihi Rp200.000 per kendaraan, bahkan dilakukan berulang kali dalam sehari. Salah satu pelaku mengakui kepada tim media bahwa ia mengisi bahan bakar hingga enam hingga tujuh kali sehari.
 
Ketika ditanya alasan berani melakukan hal tersebut, pelaku menyampaikan: "Kami sudah membayar kontribusi bulanan dan sudah ada yang membekingi." Namun saat didesak menyebut pihak yang dimaksud, pelaku enggan menjelaskan lebih lanjut.
 
Bahan bakar yang dibeli secara berlebihan itu kemudian dijual kembali ke lokasi tambang serta perusahaan dengan mengambil keuntungan.
 
Kondisi ini sangat merugikan warga yang membutuhkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari. Seorang pedagang ikan mengaku telah berulang kali mengantre lama namun kehabisan bahan bakar saat gilirannya tiba. Keluhan serupa datang dari pengemudi kendaraan ekspedisi JNE maupun sopir truk bak terbuka yang hendak mengantar barang.
 
"Tiap hari begitu. Tengkulak yang didahulukan, kami warga biasa kebagian sisa atau tidak sama sekali. Setelah antri lama, giliran kami datang, solarnya sudah habis," keluh seorang warga.
 
Hal serupa disampaikan seorang pedagang sayur dan buah. Ia menegaskan para tengkulak selalu mendapat prioritas pengisian. Warga meminta identitasnya tidak dimuat demi keamanan.
 
Warga mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum, baik di lingkungan Polsek maupun Polres Probolinggo Kota, yang dinilai membiarkan praktik tersebut berlangsung terus-menerus.
 
"Kami meminta pihak kepolisian segera menindak para tengkulak dan mengawasi ketat pengisian di SPBU ini," ucap warga dengan nada kecewa.
 
Hingga berita ini diturunkan pada Selasa, 1 September 2026, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.
(Has)