Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

ARMADA TRUK MUATAN TEBU DIDUGA RUSAK JALAN DESA TIGASAN KULON, WARGA MINTA ADA PENGAWASAN TONASE DAN HARUS ADA YANG BERTANGGUNG JAWAB RUSAKNYA JALAN



PROBOLINGGO — Liputan5News.com

Aktivitas lalu-lalang armada truk pengangkut tebu dengan muatan yang diduga mencapai puluhan ton di ruas Jalan Desa Tigasan Kulon, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menjadi sorotan warga. Kendaraan bertonase besar tersebut disebut setiap hari melintas di jalan desa yang kondisinya kini mengalami kerusakan cukup parah.
Berdasarkan pantauan wartawan Liputan5News.com di lokasi, sejumlah armada truk pengangkut tebu terlihat melintas di ruas jalan desa tersebut.

 Warga menduga intensitas kendaraan bertonase besar menjadi salah satu faktor yang mempercepat kerusakan jalan.
Jalan desa tersebut diketahui dibangun menggunakan anggaran Dana Desa (DD) dan memiliki konstruksi berupa aspal lapen. Warga mempertanyakan penggunaan jalan tersebut oleh kendaraan dengan muatan berat yang dinilai tidak sebanding dengan kemampuan konstruksi jalan.

Salah seorang warga Tigasan Kulon yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, kerusakan jalan semakin parah sejak aktivitas armada truk pengangkut tebu semakin sering melintas.
“Jalannya rusak parah akibat armada truk muatan tebu yang setiap hari lalu-lalang.

 Bukan hanya satu armada, bahkan bisa sampai sekitar sepuluh armada. Dalam sehari satu armada bisa bolak-balik dua kali. Bagaimana jalan tidak cepat rusak,” ujar warga tersebut kepada wartawan.
Menurut warga, kondisi tersebut sangat merugikan masyarakat sekitar karena jalan desa merupakan akses penting bagi aktivitas sehari-hari.

Warga juga mempertanyakan keberadaan pengaturan atau pembatasan kendaraan berat di ruas jalan tersebut. Mereka berharap pemerintah desa dan instansi terkait turun langsung melakukan pengecekan terhadap kondisi jalan, termasuk memastikan kesesuaian kendaraan yang melintas dengan kemampuan dan status jalan.

Selain itu, muncul informasi mengenai adanya pihak yang disebut-sebut menjadi penanggung jawab sekaligus paguyuban armada truk pengangkut tebu yang beroperasi di wilayah tersebut. Namun, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak yang bersangkutan.

Jika benar terdapat aktivitas kendaraan bertonase besar yang secara rutin menggunakan jalan desa hingga menyebabkan kerusakan, masyarakat meminta pihak terkait tidak tinggal diam.

 Pemerintah desa, pemerintah kecamatan, serta instansi yang berwenang di bidang perhubungan dan jalan diharapkan segera melakukan pemeriksaan di lapangan.

Masyarakat juga meminta adanya solusi agar aktivitas pengangkutan tebu tetap berjalan tanpa mengorbankan kondisi infrastruktur desa yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak terkait masih perlu dimintai klarifikasi mengenai status jalan, ketentuan kelas atau tonase kendaraan yang diperbolehkan melintas, serta siapa yang bertanggung jawab atas pengawasan aktivitas armada truk pengangkut tebu tersebut.

Liputan5News.com akan terus melakukan pemantauan dan meminta keterangan dari pihak-pihak terkait guna mendapatkan informasi yang berimbang mengenai persoalan tersebut.(hs)