Probolinggo – Liputan5News.com
Berdasarkan arahan Walikota Probolinggo Tim wartawan Liputan5News.com menghadiri dan memantau langsung kegiatan Pengenalan Sasaran Gerakan SIGAPRO (Sinergi Gerakan ASN sebagai Orang Tua Asuh dalam Penurunan Stunting) yang dilaksanakan di UOBK RSUD Dr. Mohamad Saleh Kota.
Kegiatan tersebut berlangsung pada:
Hari/Tanggal : Senin, 03 Agustus 2026
Pukul : 08.30 WIB
Tempat : Ruang Pertemuan Edelweis RSUD Dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tindak lanjut arahan Wali Kota Probolinggo terkait sinergi gerakan ASN sebagai orang tua asuh dalam penanganan stunting melalui program SIGAPRO.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui peran aktif Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai orang tua asuh bagi anak-anak stunting di wilayah Kota Probolinggo.
Acara ini diawali dengan beberapa sambutan, diantaranya:
Direktur RSUD Dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, Kepala UPTD Puskesmas Sukabumi, Lurah Sukabumi. Selanjutnya, kegiatan diisi dengan pemaparan materi oleh narasumber dr. Ika Maya Suryaningtyas, Sp.A, yang menjelaskan bahwa stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
"Stunting ditandai dengan tinggi badan anak yang lebih pendek dari standar usianya. Namun, dampaknya tidak hanya pada fisik, melainkan juga dapat memengaruhi perkembangan otak, kemampuan belajar, daya tahan tubuh, serta kesehatan jangka panjang." Terang dr. Ika dalam sambutannya.
dr. Ika Maya juga menjelaskan penyebab utama stunting dan dampak jangka panjang.
Penyebab utama stunting antara lain:
1. Kurangnya asupan gizi pada ibu hamil dan anak dalam masa pertumbuhan
2. Infeksi berulang atau penyakit kronis pada anak
3. Minimnya akses terhadap air bersih dan sanitasi yang layak
Dampak jangka panjang stunting meliputi:
1. Penurunan fungsi kognitif dan kemampuan belajar
2. Risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan obesitas saat dewasa
3. Penurunan produktivitas dan kapasitas kerja
Selain itu, dr. Ika juga menekankan pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan keluarga.
Pada sesi tanya jawab, beberapa pertanyaan dari peserta dijawab langsung oleh narasumber, di antaranya terkait anak yang susah makan dan kebiasaan makan sambil menggunakan handphone.
Untuk anak yang susah makan, orang tua disarankan untuk bersabar, memberikan makanan dalam porsi kecil namun sering, serta memastikan menu yang diberikan mengandung gizi seimbang, terutama protein hewani, karbohidrat, dan lemak sehat.
Sedangkan untuk kebiasaan makan sambil melihat handphone, orang tua diimbau untuk memberikan contoh perilaku yang baik, seperti makan di meja makan tanpa distraksi, serta membiasakan anak fokus saat makan.
Sebagai bentuk kepedulian, dalam kegiatan ini juga dilakukan pemberian bantuan kepada 27 anak stunting, berupa 1 kg telur, susu, kue, serta uang tunai. Bantuan tersebut berasal dari iuran ASN RSUD Dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo.
Ke depan, program SIGAPRO ini akan disertai dengan pemantauan berkala terhadap anak-anak penerima bantuan guna memastikan efektivitas dalam upaya penurunan stunting di Kota Probolinggo.(tim)
