Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

SPBU MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO SERING KEHABISAN PERTALITE; DIDUGA TENGKULAK BERMODIFIKASI MOTOR DIBIARKAN PIHAK BERWENANG

PROBOLINGGO – Liputan5News.com
 
SPBU nomor 5467211 yang berlokasi di Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, kerap kehabisan bahan bakar jenis Pertalite. Hal ini diduga kuat disebabkan maraknya aktivitas tengkulak yang memodifikasi kendaraan roda dua dengan tangki bensin berkapasitas besar guna mengambil pasokan secara berlebihan.
 
Para tengkulak tersebut diketahui membeli Pertalite hingga lebih dari Rp200.000 per kendaraan dalam satu kali pengisian, bahkan dilakukan berulang kali dalam sehari. Salah satu pelaku mengakui kepada tim media bahwa ia mengisi bahan bakar sebanyak enam hingga tujuh kali sehari.
 
Ketika ditanya alasan berani melakukan hal tersebut, pelaku justru menjawab: "Kami sudah membayar kontribusi bulanan dan sudah ada yang membekingi." Saat didesak menyebut siapa pihak yang membekingi, pelaku enggan menjelaskan lebih lanjut.
 
Aktivitas pengisian ulang ini diduga dilakukan di area sebelah timur SPBU maupun di kawasan Pasar Tradisional Mayangan.
 
Kondisi ini merugikan warga yang membutuhkan bahan bakar untuk kebutuhan sehari-hari. Seorang pedagang ikan mengaku telah dua kali mengantre lama namun kehabisan bensin saat gilirannya tiba.
 
"Tiap hari begitu. Tengkulak yang didahulukan, kami warga biasa kebagian sisa atau tidak sama sekali," keluhnya.
 
Hal serupa disampaikan seorang pedagang kerupuk. Ia menegaskan bahwa para tengkulak selalu mendapat prioritas pengisian. Warga meminta agar namanya tidak dimuat dalam pemberitaan ini demi keamanan.
 
Warga mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum, baik di lingkungan Polsek maupun Polres Probolinggo Kota, yang dinilai membiarkan praktik tersebut berlangsung terus-menerus.
 
"Kami meminta pihak kepolisian segera menindak para tengkulak dan mengawasi ketat pengisian di SPBU ini," ucap warga dengan nada kecewa.
 
Hingga berita ini diturunkan pada Rabu, 26 Agustus 2026, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.(tim)