PASURUAN,Liputan5news; Proyek Pemeliharaan Berkala Jalan Kanigoro - Sidogiri, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, memicu keluhan warga. Pekerjaan senilai Rp.10,56 miliar itu dinilai dikerjakan tanpa sosialisasi memadai, hingga menimbulkan kerusakan pada fasilitas umum dan mengganggu aktivitas ekonomi warga.
Proyek dengan nomor kontrak `00.3.2/008.PA.007/DBHCHT/103/2026` ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) TA 2026. Pelaksananya PT. ADIKA RAYA PERSADA, dengan konsultan pengawas CV. AKA DESIGN & ENGINEERING. Masa kerja 150 hari kalender.
Berdasarkan pantauan di lapangan, tidak ada pemberitahuan resmi kepada warga, maupun pelaku usaha sebelum alat berat masuk. Akibatnya, akses jalan tertutup material, debu beterbangan, dan tidak tersedia jalur alternatif."ini mobil saya tidak bisa masuk mas,kata pria penjual barang klontongan.di sebelah pondok .
Dampak paling serius terjadi di lingkungan Pondok Pesantren Sidogiri. Pipa air minum milik keluarga pesantren rusak setelah tertimpa ekskavator yang beroperasi di bahu jalan.
"Air yang suplai ke dapur MBG tersendat karena pipa aliran airnya terkena alat berat. Ini sangat merugikan. Dapur MBG ini untuk ratusan santri. Kami minta tanggung jawab," kata salah satu tokoh masyarakat sekaligus keluarga pondok,Rabu ,4/8/2026.
Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di ponpes itu menjadi salah satu program ketahanan pangan santri. Tersendatnya pasokan air dikhawatirkan mengganggu operasional dapur.
Warga lain juga mengeluhkan kemacetan dan penurunan omzet usaha. Padahal ruas Kanigoro - Sidogiri merupakan jalur utama penghubung antar desa di Kecamatan Rembang.
Hingga berita ini ditulis, Dinas SDA Binamarga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan belum memberikan keterangan resmi terkait prosedur sosialisasi dan penanganan kerusakan pipa milik Ponpes Sidogiri.
Warga mendesak pemerintah segera bertanggung jawab memperbaiki kerusakan, mengganti pipa, dan melakukan sosialisasi agar proyek berjalan tanpa merugikan masyarakat.
"Pembangunan boleh, tapi jangan sampai mengorbankan warga," ujar warga.(ze)
