Probolinggo – Liputan5News.com
Berniat menagih utang, seorang perangkat Desa Jrebeng, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, justru mengalami nasib nahas. Korban yang berinisial SUP (48) malah dibacok oleh anak dari pihak yang berutang, Selasa (11/8/2026).
Insiden berdarah itu terjadi di dekat Lapangan Voli, Desa Tunggak Cerme, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, tepatnya di rumah terduga pelaku. Terduga pelaku berinisial KUS (39), merupakan putra dari RI (50), orang yang memiliki utang kepada korban.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, RI diketahui memiliki utang kepada korban sebesar Rp3 juta dan belum dilunasi lebih dari setahun. "Sudah lama menunggak. Dulu ditagih lewat telepon, malah marah-marah," ungkap Hotim, adik kandung korban.
Saat korban datang menagih langsung ke rumahnya, diduga RI belum mampu membayar dan terjadilah perselisihan. Korban diduga sempat diancam dengan senjata tajam. Merasa tidak diterima baik, korban pulang sejenak dan kembali membawa senjata tajam. Sementara itu, RI memanggil anaknya, KUS, yang sedang bekerja agar segera pulang.
Khawatir kakaknya mengalami hal buruk, Hotim membuntuti korban bersama kerabatnya. Sesampainya di lokasi, terduga pelaku KUS langsung membacok korban. Hotim yang berusaha melerai juga ikut terluka. "Saya panik hingga terjatuh dari motor, lutut kanan terluka. Tangan kanan saya ikut kena bacok saat mencoba melerai. Kakak saya mendapat sabetan di bagian punggung, bahu, dan tangan kirinya," jelas Hotim.
Keluarga korban berharap kepolisian menindak tegas pelaku. "Siapapun yang terlibat harus dihukum setimpal," tegas Hotim.
Kepala Desa Tunggak Cerme, Musta'in, menyampaikan menerima laporan adanya perselisihan sekitar pukul 13.30 WIB. Saat tiba di lokasi, korban sudah tergeletak. Bersama warga, korban dievakuasi menggunakan motor roda tiga milik Koperasi Desa (Kopdes) ke Puskesmas Wonomerto, lalu dirujuk ke RSUD Ar Rozy. Karena kondisi korban dinilai perlu penanganan lebih lanjut, kemudian dirujuk ke Jember.
Kapolsek Wonomerto, AKP Bagus Purnama, menjelaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan keterangan semua pihak. "Dugaan sementara insiden bermula dari persoalan utang-piutang. Masih dalam proses pendalaman," ujarnya.
Saat ini terduga pelaku KUS telah diamankan pihak kepolisian guna menjalani proses hukum yang berlaku.(hs)
