Liputan5news.com- Lumajang- Kegiatan optimasi lahan non rawa merupakan bagian penting dari kebijakan Kementerian Pertanian dalam memperluas basis produksi pertanian, Senin (8/08/2026).
Dan sekaligus meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemanfaatan sumber daya lahan di luar kawasan rawa.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjadi upaya konkrit untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat fondasi ketahanan pangan daerah dan nasional.
Petani setempat menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini dan menyatakan awak media bisa mengawal proses teknis di lapangan.
Optimasi lahan non rawa sangat penting bagi masyarakat Lumajang karena masih banyak potensi lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang koordinasi teknis sekaligus konsolidasi pelaksanaan di lapangan, termasuk dalam hal pemahaman teknis kegiatan, mekanisme pelaporan, serta pengawasan dan evaluasi.
" Kegiatan harus berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi para petani dan daerah," tindasnya.
Seperti di kecamatan Rowokangkung kabupaten Lumajang ada beberapa desa yang mendapatkan kegiatan optimasi lahan non rawa sedangkan pekerjaan berupa konstruksi optimasi lahan non rawa lebih tepat nya lokasi di desa Kedungrejo kecamatan Rowokangkung dengan volume 1 unit.
Sesuai dengan papan informasi kegiatan ini bersumber dana dari APBN TP TA 2026 dengan anggaran yang digelontorkan sebesar Rp.151.800,000,00, sedangkan pelaksana kegiatan dari kelompok tani "Karya Abadi" untuk koordinat meliputi LS : -8,20995 derajat dan BT : 113,31923 derajat.
Saat awak media turun secara langsung progres pengerjaan optimasi lahan non rawa sudah hampir selesai dan hasil nya cukup bagus," (vid)
