PASURUAN, LIPUTAN5NEWS – Kekecewaan warga memuncak. Aliansi Poros Tengah Kota Pasuruan menyatakan akan menggelar aksi demonstrasi damai di Kantor Dinas Pendidikan Kota Pasuruan, setelah surat permohonan audiensi yang dilayangkan tidak mendapat tanggapan sama sekali.
Surat permohonan audiensi tersebut sebelumnya diajukan untuk membahas keluhan masyarakat terkait pelayanan administrasi pendidikan yang dinilai semakin rumit.
Koordinator Aliansi Poros Tengah, Saiful arif mengatakan pihaknya sudah beritikad baik dengan menempuh jalur dialog terlebih dahulu.
"Kami sudah layangkan surat resmi untuk audiensi. Tapi sampai hari ini tidak ada jawaban, tidak ada konfirmasi. Ini bentuk pengabaian terhadap aspirasi masyarakat," tegasnya,kamis,30/7/2026.
Aliansi menilai pelayanan administrasi di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan belum berjalan optimal. Keluhan ini datang dari orang tua siswa terkait persyaratan kesesuaian data kependudukan berupa Kartu Keluarga (KK).
"Yang kami temukan di lapangan: proses verifikasi data berbelit, persyaratannya berubah-ubah, sosialisasi minim, dan tidak ada solusi. Ujungnya anak-anak yang jadi korban. Mereka berpotensi kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan dan layanan sekolah yang layak," jelas saiful.
Menurutnya, pendidikan adalah hak dasar warga negara. Seharusnya birokrasi mempermudah, bukan mempersulit.
audiensi yang kita ajukan pada hari ini,kamis 30/7/2026; tidak direspon pihak dinas pendidikan, maka Aliansi Poros Tengah memastikan akan turun ke jalan. Adapun tuntutan yang akan disuarakan antara lain, Menuntut perbaikan dan penyederhanaan sistem pelayanan administrasi siswa di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan,Menuntut transparansi dan kepastian prosedur terkait kesesuaian data KK dengan data sekolah/Dapodik dan Mendorong Dinas Pendidikan berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, mudah, dan tidak mempersulit masyarakat.
"Kami tetap komitmen aksi damai dan sesuai konstitusi Undang undang nomor 9 Tahun 1998. Tapi kami minta pemerintah kota pasuruan, khususnya Dinas Pendidikan, segera membuka ruang dialog sebelum semuanya terlambat," pungkas saiful.
Saat berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Kota Pasuruan melalui sekretaris dinas,Arif Wibisono menyatakan bahwa pihaknya saat jadwal audiensi di ajukan sedang ada giat lain,dan juga masih menunggu petunjuk dari kepala dinas saat ini."kebetulan kita tadi ada giat,terkait materi audiensi juga kita akan sampaikan ke pimpinan dan kita juga menunggu seperti apa petunjuknya.ungkap arif saat bertemu di areal kantor dinas pendidikan.(ze)
