PASURUAN, LIPUTAN5NEWS.COM ; Lapangan Bong Mancilan, Kota Pasuruan, Minggu 26 Juli 2026 sore, berubah jadi panggung kebanggaan. Ratusan warga, pelajar, komunitas seni, hingga UMKM tumpah ruah dalam kegiatan "Nguri-uri Budaya" yang digagas Aliansi Poros Tengah Pasuruan.
Kata "Nguri-uri" berarti merawat dan menghidupkan. Dan itulah yang terjadi sore itu. Di tengah derasnya budaya pop, warga Pasuruan justru kompak menoleh ke belakang untuk merawat warisan leluhur.
Pengunjung disuguhi atraksi memukau mulai dari tari tradisional, pameran produk UMKM berbasis kearifan lokal, hingga atraksi "Bantengan" yang oleh warga Pasuruan biasa disebut "Mberot". Sorak sorai pecah setiap kali penari bantengan melompat dan menghentak tanah.
Koordinator Aliansi Poros Tengah Pasuruan, Saiful Arif, menyebut acara ini lahir dari keinginan mempertahankan budaya nenek moyang.
"Kami tidak ingin anak cucu kita hanya hafal lagu lagu kekinian, tapi lupa tembang dolanan. Hanya tahu TikTok dance, tapi lupa tari tarian warisan terdahulu. Melalui 'Nguri-uri Budaya' ini kita ingin mengingatkan: menjaga budaya sama dengan menjaga jati diri bangsa," tegas Saiful di hadapan massa.
Ia berharap kegiatan ini menjadi pemantik agar masyarakat hari ini , dan komunitas lebih berani menampilkan budaya lokal di ruang publik.
Apresiasi juga datang dari Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo. Orang nomor satu di Kota Santri itu hadir bersama Wakil Wali Kota dan jajaran Pemkab, langsung menyapa warga di tengah lapangan.
"Budaya adalah simbol jati diri bangsa. Kalau kita kehilangan budaya, kita kehilangan arah. Saya bangga, hari ini di Pasuruan kita buktikan bahwa 'budaya adalah tonggak peradaban dan kekuatan masa depan negara," ujar Wali Kota Adi Wibowo disambut tepuk tangan.
Wali Kota juga menitipkan pesan tentang harmoni Pasuruan.
"Kota Pasuruan ini kota yang religius dan budayanya tetap terjaga. Karena dengan agama hidup jadi terang, dengan ilmu hidup jadi mudah, dan dengan seni hidup jadi indah. Terima kasih kepada seluruh pihak. Mari tetap jaga kekompakan serta kondusivitas wilayah," tambahnya.
Pemkot Pasuruan berkomitmen akan terus mendukung setiap gerakan pelestarian budaya, mulai dari sekolah hingga festival rakyat.(red)
