Pasuruan,Liputan5news.com; Praktik korupsi di sektor pengadaan barang dan jasa kembali jadi sorotan.Gabungan masyarakat sipil dan pegiat anti-korupsi Pasuruan, menyebut pengadaan masih menjadi titik paling rawan Korupsi ,kolusi dan Nepotisme, dengan modus "tender arisan dan "uang cendol" hingga "bonus fee "yang marak di berbagai daerah.
Padahal, aturan sekelas Keppres No. 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah sudah ada. Namun fakta di lapangan, baik pelaku bisnis maupun oknum pejabat publik masih kerap mencari celah untuk mengeruk untung secara tidak halal.
Koordinator Aliansi Poros Tengah, Saiful Arif, menegaskan urgensi penerapan "Pakta Integritas plus Pengawas Independen di tiap daerah.
"Tanpa pengawas independen, pengadaan rawan disiasati. Pakta Integritas harus hidup, bukan sekadar formalitas tanda tangan," tegas Saiful, Minggu (5/7/2026).
Pernyataan ini sekaligus merespons pemanggilan belasan Kepala SDN oleh Kejaksaan Negeri Pasuruan sepekan terakhir. Pemanggilan diduga terkait kasus korupsi pengkondisian proyek rehabilitasi SD dari dana pemerintah TA 2024-2025.
Aliansi Poros Tengah menyatakan dukungan penuh langkah Kejari membongkar dugaan praktik kotor di sektor pendidikan.
"Kami mendukung penegakan hukum tanpa pandang bulu. Pendidikan tidak boleh jadi ladang bancakan," ungkap Saiful Arif.
Aliansi mencatat, proyek rehab sekolah sering jadi bancakan lewat pengkondisian sejak perencanaan. Akibatnya: kualitas bangunan rendah, mark-up anggaran, dan setoran ke oknum. Ujungnya, hak siswa atas ruang belajar yang aman dan layak dikorbankan.
Desakan Aliansi Poros Tengah:
1. Kejari Pasuruan: Usut tuntas hingga aktor intelektual, jangan berhenti di level kepsek.
2. Pemkab Pasuruan: Terapkan Pakta Integritas dan Pengawas Independen untuk seluruh pengadaan, terutama sektor pendidikan dan kesehatan.
3. LKPP dan APIP: Audit total proyek Pembangunan/rehab SDN diwilayah kabupaten pasuruan .
"Kalau pengadaan bersih, uang negara selamat, anak-anak selamat. Jangan gadaikan masa depan generasi demi uang cendol," pungkas Saiful.(ze)
