Pasuruan,Liputan5news.com; Aliansi Poros Tengah, gabungan elemen masyarakat sipil dan pegiat anti-korupsi Kabupaten Pasuruan, menyatakan sikap atas pemanggilan belasan kepala sekolah SDN oleh Kejaksaan Negeri Pasuruan dalam sepekan terakhir.
Pemanggilan tersebut diduga kuat berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengkondisian proyek rehabilitasi sekolah dasar yang bersumber dari dana pemerintah tahun anggaran 2024-2025.
Saiful arif ,koordinator poros tengah menegaskan pihaknya mendukung penuh langkah Kejari Pasuruan membongkar dugaan praktik kotor di sektor pendidikan.
" Kami mendukung penegakan hukum tanpa pandang bulu. Pendidikan tidak boleh jadi ladang bancakan.ungkap saiful arif koordinator poros tengah ,minggu 5/7/2026.
Saiful juga Minta Kejari tidak berhenti di level kepsek. "Bongkar aktor intelektual dan pihak yang mengkondisikan proyek dari hulu ke hilir."Setiap rupiah yang dikorupsi adalah hak anak-anak Pasuruan untuk dapat ruang belajar yang layak. Ini kejahatan kemanusiaan.tegasnya.
Aliansi akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Kami minta Kejari buka informasi perkembangan penyidikan ke publik secara berkala.ungkap edy ambon ,dari GM.GRIB Jaya.
“Kami mendapat info proyek rehab ini dikondisikan sejak perencanaan. Ada indikasi setoran, mark-up, dan pengerjaan asal-asalan. Kalau benar, ini mengkhianati amanat untuk mencerdaskan bangsa,” ungkap Edy..
Aliansi Poros Tengah menduga modus yang dipakai adalah penunjukan rekanan tertentu oleh oknum, dengan kompensasi yang harus disetor oleh pihak sekolah. Akibatnya, kualitas bangunan rendah dan membahayakan siswa.
Pemeriksaan belasan Kepala sekolah Dasar Negeri (SDN) dibenarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti." ada sejumlah kepsek SDN yang dipanggil pihak kejaksaan,namun terkait apa pastinya kita belum tahu.ungkapnya sebagaimana dimuat pada media online.
kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan (Kejari Bangil) Ferry Hary Ardianto dikonfirmasi media ini terkait pemanggilan belasan kepsek SDN diduga terkait kasus proyek rehab atau pembangunan sekolah tahun 2025 ,belum memberikan jawaban,minggu 5/7/2026.(ze)
