Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

SMPN 8 Probolinggo Gandeng Puskesmas Wonoasih Gelar Penyuluhan P3LP, Perkuat Komitmen Sekolah Aman dan Nyaman

Liputan5news.com PROBOLINGGO – Guna mewujudkan ekosistem pendidikan yang inklusif dan sehat secara mental, SMP Negeri 8 Probolinggo menggelar kegiatan penyuluhan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) pada Kamis (21/5/2026). Bertempat di lingkungan sekolah, acara ini dilaksanakan melalui kerja sama sinergis dengan Puskesmas Wonoasih.

Kegiatan strategis ini diikuti oleh 48 siswa yang tergabung sebagai Duta Aman dan Nyaman (DAN) SMPN 8 Probolinggo, dengan didampingi oleh sejumlah guru pembina. Kehadiran para Duta DAN ini diharapkan dapat menjadi agen perubahan (*agent of change*) sekaligus garda terdepan dalam memberikan dukungan psikologis awal bagi sesama temannya di sekolah.

Acara dibuka dengan pengarahan langsung oleh Kepala SMPN 8 Probolinggo, Andik Sasmitro, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kepekaan emosional dan kepedulian antar sesama warga sekolah demi mencegah dampak negatif dari dinamika sosial remaja saat ini.

Memasuki acara inti, Kepala Puskesmas Wonoasih, dr. Santi Rosana, hadir sebagai narasumber utama. Beliau memberikan paparan materi yang komprehensif mengenai cara mengenali gejala stres, kecemasan, hingga trauma pada remaja. Tidak hanya teori, dr. Santi Rosana juga memandu berbagai simulasi interaktif mengenai langkah *Look, Listen, and Link*—yaitu metode dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada luka psikologis. Seluruh rangkaian simulasi diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias, aktif, dan diselimuti suasana keceriaan.

Saat ditemui oleh awak media di sela-sela acara, Kepala SMPN 8 Probolinggo, Andik Sasmitro, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari visi besar sekolah.

> "Kami berkomitmen penuh untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh siswa. Lingkungan yang aman secara psikologis adalah kunci utama agar anak-anak dapat belajar dengan baik dan optimal," ujarnya.

Lebih lanjut, Andik juga menambahkan bahwa langkah ini selaras dengan kebijakan makro di tingkat daerah dan pusat. "Melalui pembekalan Duta Aman dan Nyaman ini, SMPN 8 Probolinggo siap mendukung penuh program prioritas Pemerintah Kota Probolinggo serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu, berkarakter, dan bebas dari kekerasan," pungkasnya.

Melalui pelatihan P3LP ini, SMPN 8 Probolinggo optimis dapat melahirkan lingkungan belajar yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga tangguh dan responsif terhadap kesehatan mental peserta didiknya.(tim)