Probolinggo, Liputan5news.com
Hampir setiap hari masyarakat di wilayah Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, harus menelan pil pahit akibat pemadaman listrik yang terjadi terus-menerus. Fenomena ini sangat mengganggu karena sering terjadi tanpa adanya pemberitahuan atau informasi penyebab yang jelas, meskipun cuaca sedang cerah, tidak berangin maupun hujan.
Salah satu warga Desa Curah Tulis, Supat, mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media. Ia menyoroti ketidakadilan yang dirasakan warga.
"Kami ini bayar listrik rutin setiap bulan. Kalau telat sehari saja langsung kena denda, biasanya tarif Rp20 ribu bisa jadi Rp25 ribu, padahal telatnya cuma beberapa hari. Tapi di sisi lain, listriknya padam tiap hari tanpa ada ganti rugi atau kompensasi sama sekali," keluh Supat, Rabu (22/04/2026).
Dijelaskan Supat, pada hari ini cuaca terang benderang, namun listrik tetap saja padam. Bahkan kemarin, Selasa (21/04/2026), pemadaman berlangsung cukup lama hingga hampir 5 jam lamanya di Desa Curah Tulis.
"Yang membuat bingung, penyebabnya tidak pernah jelas dan tidak ada pemberitahuan sama sekali dari pihak PLN. Padahal ini sudah hampir setiap hari terjadi, bahkan dalam sehari bisa padam sampai 3 kali," tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak tim lapangan PLN wilayah Tongas yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp juga belum memberikan tanggapan atau penjelasan apapun terkait keluhan tersebut.
Kondisi ini sangat menyulitkan warga yang mayoritas bekerja sebagai buruh tani. Di saat jam istirahat siang, mereka sangat membutuhkan listrik untuk mandi, mencuci, dan memasak, namun kegiatan tersebut terhambat karena aliran listrik yang tidak menentu.
Menanggapi hal ini, aktivis dari Aliansi Probolinggo Barat menyoroti sikap PLN yang dinilai tidak mau rugi, padahal sumber energi listrik tersebut bukan komoditas yang dibeli melainkan hasil pengelolaan negara. "Yang jelas dirugikan adalah rakyat kecil," tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo, Sudarsono SH, menyatakan akan mengambil langkah tegas. Pihaknya akan mengirimkan surat resmi kepada DPRD Kabupaten Probolinggo untuk memanggil pihak manajemen PLN Wilayah Probolinggo guna dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP).
"Kami ingin menanyakan secara jelas apa sebenarnya penyebab listrik sering padam setiap hari, dan bagaimana solusi yang akan diberikan agar pelayanan ke masyarakat bisa membaik," tegas Sudarsono.(tim)
