Probolinggo – liputan5news.com
Fenomena kelangkaan gas LPG 3 kilogram terjadi di Desa Palang Besi, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Sudah tiga hari terakhir, distribusi dari agen tidak kunjung datang, sehingga warga mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
Sejumlah pemilik toko kelontong di Dusun Krajan, Desa Palang Besi, seperti toko milik Ibu Ida, Toko Putri, dan toko milik Ibu Mawan, mengaku tidak mendapatkan pasokan LPG 3 kg dari Agen Lely yang berada di Dusun Bades, Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan.
Akibat kondisi tersebut, warga menjadi kebingungan. Bahkan, sebagian warga mengeluhkan tidak adanya solusi dari pihak terkait.
“Mosok kami harus kembali ke zaman dulu pakai kayu bakar. Sekarang kayu juga susah, dan kami sudah tidak punya alat untuk memasak dengan cara tradisional,” keluh salah satu warga dengan nada kesal.
Tim wartawan liputan5news.com telah mencoba melakukan konfirmasi kepada Camat Lumbang, Budi Utomo, S.Sos., M.M. Namun saat dihubungi, yang bersangkutan menyampaikan masih dalam rapat, dan hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan lanjutan.
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab kelangkaan LPG 3 kg di wilayah tersebut. Baik dari pihak agen maupun instansi pemerintah daerah dan Forkopimcam belum memberikan penjelasan resmi.
Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan untuk memberikan solusi. Mereka juga meminta kejelasan terkait distribusi maupun harga LPG, agar masyarakat kecil tidak semakin terbebani.
“Kalau memang mau ada kenaikan harga, silakan yang penting jelas. Jangan seperti ini, kami rakyat kecil sudah susah malah dipersulit,” ujar warga lainnya.(tim)
