Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Jembatan Bailey Mandek Akibat Retakan Baru, Material Urug Belum Datang Dari PU – UMKM Terdampak


PROBOLINGGO – liputan5news.com

Pembangunan Jembatan Bailey di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, yang dikerjakan oleh personel TNI dari Yon Zipur 0820 Probolinggo, Zipur 5 ABW, dan Yon TP 836, hingga kini mengalami kendala serius.
Jembatan darurat yang dibangun sebagai respons cepat pasca longsor pada Kamis (16/4/2026) tersebut, kini dilaporkan mandek hampir lima hari. Penyebabnya, muncul retakan baru di lokasi serta belum datangnya material uruk dari Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo.

Kapten Ronny CZI dari Yon Zipur 5 ABW menjelaskan bahwa jembatan Bailey ini bersifat sementara, sembari menunggu pembangunan jembatan permanen oleh pihak terkait.

“Jembatan Bailey ini untuk memulihkan akses masyarakat agar bisa kembali beraktivitas. Sifatnya sementara, sambil menunggu pembangunan permanen dari PUPR,” ujarnya di lokasi, Jumat (17/4/2026).

Namun demikian, proses pembangunan tidak berjalan sesuai target. Awalnya, pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 14 hari, namun kini molor akibat kendala teknis dan keterlambatan material.

UMKM Terdampak, Warga Mulai Resah

Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga. Sejumlah pelaku UMKM mengaku mengalami penurunan drastis, bahkan tidak ada pelanggan sejak akses terputus akibat longsor.

Salah satunya adalah usaha durian Montong Balap milik Bapak Sugik yang biasanya ramai pembeli, kini sepi total.
“Sejak longsor sampai sekarang tidak ada pembeli yang datang,” keluh warga.

Tak hanya itu, toko-toko kelontong di sekitar lokasi juga ikut terdampak. Warga mulai mempertanyakan kinerja Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo terkait lambatnya pengiriman material.

TNI Maksimalkan Penanganan Darurat
Dalam proses pembangunan, personel TNI bahkan menginap di rumah warga untuk mempercepat pengerjaan. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam membantu pemulihan akses masyarakat.

Kapten Ronny menegaskan bahwa TNI memiliki kemampuan khusus dalam pembangunan jembatan darurat, terutama dalam kondisi bencana.

“Kami langsung bergerak setelah ada instruksi dari Danrem, Dandim, serta Bupati Probolinggo. Peralatan dan personel kami siapkan untuk percepatan,” tambahnya.

Meski demikian, warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah cepat agar pembangunan jembatan dapat segera rampung dan aktivitas ekonomi kembali normal.(has)