Liputan5news.com - Tulungagung. Upaya pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan, baik melalui jalur laut dan darat, sejak dua hari sebelumnya, akhirnya berhasil menemukan Muhammad Attaya Ulun (20) di perairan Pantai Sine.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SMC mengatakan, korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal. Penemuan korban ini berawal dari informasi dari personel potensi SAR mengenai adanya jenazah di sisi karang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim SAR gabungan segera mengirimkan personel ke lokasi untuk memastikan informasi sekaligus mengevakuasi korban.
“Setelah dipastikan benar, tim langsung melaksanakan evakuasi. Proses evakuasi berjalan lancar,” ujar Nanang.
Setibanya di darat, jenazah korban selanjutnya dibawa ke RSUD dr Iskak Tulungagung untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut dari petugas yang berwenang.
Sebelumnya, dalam merespon laporan kejadian tenggelamnya korban ini, SMC telah mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Trenggalek guna membantu upaya pencarian bersama potensi SAR di wilayah setempat.
Pencarian dilakukan secara intensif dengan mengerahkan dua SRU air. SRU air pertama melakukan penyisiran di permukaan perairan menggunakan perahu karet dengan cakupan area pencarian seluas 1,43 mil laut. Sementara itu, SRU air kedua melakukan upaya pencarian di bawah air melalui penyelaman di sekitar lokasi kejadian.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo S.E., menyampaikan bahwa dalam pelaksanaan pencarian bawah air, tim penyelam menghadapi sejumlah kendala, terutama terbatasnya jarak pandang di dalam air.
“Kondisi visibilitas yang rendah menjadi tantangan utama bagi penyelam saat melakukan pencarian di bawah permukaan,” ujarnya.
Di saat yang bersamaan, tim SAR gabungan juga mengerahkan sejumlah personel untuk melakukan penyisiran dan pengamatan visual di sepanjang pesisir Pantai Sine. Selain itu, informasi terkait kejadian tenggelamnya korban disebarluaskan kepada warga dan nelayan sekitar agar segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Upaya pencarian hingga proses evakuasi korban melibatkan berbagai pihak, antara lain tim rescue Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Tulungagung, Pos TNI AL Popoh, Satpolairud Popoh, Polsek Kalidawir, Koramil Kalidawir, BAGANA,warga dan nelayan setempat, serta sejumlah potensi SAR lainnya. (Yanti)

