Probolinggo – Liputan5Nwes.com
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa SD Negeri Sumber Kedawung 5, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, menuai sorotan. Menu yang dibagikan pada Rabu, Februari 2026 tersebut dinilai tidak layak dan tidak sesuai untuk anak usia sekolah dasar.
Berdasarkan pantauan langsung wartawan Liputan5News.com di lokasi sekolah, ditemukan sejumlah kejanggalan pada menu MBG yang dibagikan kepada para siswa.
Adapun rincian menu yang dinilai tidak pantas tersebut antara lain:
Ayam geprek yang dicampur tepung lalu digoreng, kemudian dipotong menjadi tiga bagian kecil dengan ukuran sekitar 2 cm x 5 cm. Teksturnya keras dan dinilai tidak layak dikonsumsi oleh anak SD, mengingat usia siswa yang masih beragam.
- Buah semangka dipotong sangat kecil dan dianggap jauh dari porsi yang layak.
- Telur rebus disajikan tanpa bumbu dan masih lengkap dengan kulitnya, yang dikhawatirkan membahayakan siswa karena tidak semua anak mampu memilah makanan dengan baik.
- Sayuran terdiri dari tiga jenis, yaitu toge, kacang panjang, dan mentimun.
- Bumbu pecel disajikan dalam jumlah sangat sedikit.
- Nasi dengan takaran sekitar 300 gram.
- Peyek kacang satu buah yang dibungkus plastik.
Dengan banyaknya temuan tersebut, menu MBG ini diduga tidak memenuhi standar kelayakan gizi dan keamanan pangan bagi siswa sekolah dasar.
Ironisnya, temuan ini diduga diabaikan oleh pengelola dapur MBG yang berada di Desa Sumber Kedawung, Kecamatan Leces. Dapur MBG tersebut diketahui melayani sekitar 3.000 siswa SD dan SMP.
Padahal, program MBG merupakan program nasional yang dicanangkan oleh pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan meningkatkan asupan gizi anak-anak bangsa agar tumbuh sehat dan cerdas.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan adanya dugaan bahwa pengelola lebih mengutamakan kuantitas porsi dibandingkan kualitas dan kandungan gizi yang seharusnya diterima oleh para siswa.(tim)
