Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Pemkab Sidoarjo Siapkan Gerakan Pangan Murah untuk Stabilkan Harga Jelang Ramadan


Liputan5news.com - Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiapkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah strategis untuk menstabilkan harga bahan pangan pokok menjelang bulan Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Program ini diharapkan mampu menekan potensi kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang Ramadan hingga Idul Fitri.


Melalui GPM, Pemkab Sidoarjo akan melakukan penjualan bahan kebutuhan pokok bersubsidi kepada masyarakat. Upaya ini dibahas dalam High Level Meeting (HLM) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sidoarjo yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (12/2/2026). Pertemuan tersebut dihadiri berbagai instansi, mulai dari jajaran Pemkab Sidoarjo, Perum Bulog Cabang Surabaya, BPS Sidoarjo, anggota DPRD Sidoarjo, Kejari Sidoarjo, Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo hingga Bank Indonesia.


Bupati Sidoarjo, Subandi memimpin langsung rapat tersebut dan menekankan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas inflasi daerah. Ia optimistis berbagai program yang dijalankan mampu menekan lonjakan harga kebutuhan pokok.


“Nanti kita mengadakan Gerakan Pangan Murah, dari Bulog dengan penjualan beras SPHP. Teman-teman DPRD Sidoarjo juga memanfaatkan masa resesnya untuk menggelar kegiatan penjualan sembako murah. Kami yakin dengan kebersamaan seperti ini, harga-harga yang biasanya naik bisa kita tekan,” ujar Subandi.


Bupati juga meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo mengintensifkan operasi pasar murah beras SPHP. Seluruh organisasi perangkat daerah diminta mendukung penyaluran beras tersebut, termasuk Polresta Sidoarjo dan Kodim 0816 Sidoarjo melalui penjualan langsung kepada masyarakat.


Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo, Eni Rustianingsih, menyampaikan pihaknya akan melakukan berbagai langkah antisipatif menghadapi inflasi. Selain GPM, pihaknya akan membentuk kios pangan dan mengoptimalkan Satgas Pangan untuk memantau stok serta harga beras di ritel modern dan pasar tradisional.


Untuk menjaga ketersediaan stok, pihaknya juga menyiapkan nota kesepahaman antara BUMDes dan lembaga penggilingan gabah agar BUMDes membeli gabah petani. Selain itu, akan diterbitkan surat edaran bupati yang mengimbau petani menunda penjualan 10 persen hasil panen, khususnya bagi penerima bantuan bibit, pupuk, dan alat mesin pertanian.


Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan pengendalian harga dan ketersediaan bahan pokok akan diperkuat melalui operasi pasar dan pasar murah. Hingga Maret mendatang, pihaknya merencanakan empat kali kegiatan distribusi bahan pokok murah, termasuk penyaluran minyak goreng Minyak Kita di Pasar Larangan, Pasar Porong, dan Pasar Krian.


Ia mengungkapkan sejumlah komoditas saat ini mengalami kenaikan dari Harga Eceran Tertinggi (HET), seperti beras premium dan medium, minyak goreng Minyak Kita, serta cabai rawit merah. Harga rata-rata beras premium naik dari HET Rp14.900 menjadi Rp15.326 per kilogram, beras medium dari Rp13.500 menjadi Rp13.785 per kilogram, dan minyak goreng Minyak Kita dari Rp15.700 menjadi kisaran Rp16.916–Rp17.172 per liter. Sementara cabai rawit merah melonjak dari kisaran Rp40.000–Rp57.000 menjadi Rp76.810.


Meski demikian, Widiyantoro menyebut secara umum sejumlah bahan pangan lain justru mengalami penurunan harga, seperti gula pasir dalam negeri, daging ayam broiler, telur ayam ras, daging sapi, serta cabai merah besar keriting. Pemkab Sidoarjo pun terus memantau fluktuasi harga agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau selama Ramadan.(Yanti)