Probolinggo – Liputan5News.com
Jumat, 6 Februari 2026
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi komitmen pemerintah pusat demi meningkatkan gizi anak-anak Indonesia, justru menuai sorotan di SDN Tongas Wetan 1–2, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo.
Tim wartawan Liputan5News.com menemukan bahwa menu MBG yang dibagikan kepada siswa pada Jumat pagi dinilai tidak layak dan tidak sepadan dengan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp15.000 per siswa.
Sekolah yang berlokasi di sebelah timur Kantor Kecamatan Tongas tersebut menerima menu kering dengan rincian sebagai berikut:
1.Tiga buah rambutan
2.Kacang tanah dua bungkus plastik klip kecil (±4 gram per bungkus)
3.Satu susu kemasan Frisian Flag ukuran 180 ml
4.Satu buah roti kering kecil
Padahal, menu kering hanya diperbolehkan dalam kondisi tertentu, seperti atas permintaan siswa atau guru, terutama pada masa tertentu seperti bulan puasa, namun tetap wajib menyesuaikan nilai gizi dan besaran anggaran yang telah ditentukan.
Jika dihitung berdasarkan harga pasar, nilai menu tersebut diperkirakan jauh di bawah anggaran Rp15.000, sehingga menimbulkan pertanyaan besar terkait selisih anggaran dan potensi keuntungan pengelola dapur MBG/SPPG.
Temuan ini dinilai sangat bertolak belakang dengan semangat Presiden RI Prabowo Subianto, yang telah memangkas anggaran di berbagai kementerian, termasuk sektor pendidikan, demi memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan makan bergizi secara gratis.
Kondisi yang terjadi di SDN Tongas Wetan 1–2 ini dinilai sangat menyayat hati dan berpotensi mencederai kepercayaan publik terhadap program nasional tersebut.
Masyarakat pun mendesak agar pemangku kepentingan terkait, mulai dari dinas pendidikan, pengawas program MBG, hingga aparat penegak hukum, segera turun tangan dan melakukan evaluasi serta tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran.(hs)
