Liputan5news.com - Sidoarjo. Menjelang digelarnya Pilkades serentak 2026 di Kabupaten Sidoarjo, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan kerukunan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak. Ia menegaskan bahwa Pilkades merupakan momen demokrasi tingkat desa yang paling rawan konflik jika tidak disikapi dengan dewasa dan penuh kehati-hatian.
Menurut Abdillah, sejumlah desa di Sidoarjo mulai memasuki tahap pertama Pilkades, sehingga potensi gesekan antarpendukung bisa muncul kapan saja. Politisi PKB itu mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi. “Kami minta warga tetap menjaga suasana tetap kondusif. Jangan sampai Pilkades justru merusak hubungan baik yang sudah terjalin bertahun-tahun,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan merupakan hal biasa dalam demokrasi, termasuk di level desa. Namun, perbedaan tersebut tidak boleh berubah menjadi alasan untuk saling bermusuhan. “Beda bacalon kades itu wajar, jangan sampai jadi sumber perpecahan. Kerukunan masyarakat jauh lebih penting,” tegas Abdillah.
Ketua DPRD Sidoarjo itu juga mengapresiasi desa-desa yang selama ini telah menjaga ketentraman meski dinamika politik mulai menghangat. Ia berharap kondisi tersebut tetap terjaga hingga proses pemungutan suara selesai. Abdillah menambahkan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh warga desa.
Pada tahap awal Pilkades ini, Abdillah meminta seluruh pihak—mulai dari panitia desa, perangkat desa, tokoh masyarakat hingga para calon—berkomitmen menciptakan suasana politik yang sehat. Menurutnya, Pilkades seharusnya menjadi pesta demokrasi yang menggembirakan, bukan menegangkan.
"Kami berharap seluruh warga bisa menciptakan ketentraman, keamanan, dan proses Pilkades yang damai. Jangan sampai ada intimidasi, provokasi, atau tindakan yang memperkeruh situasi,” kata Abdillah.
Ia menutup imbauannya dengan mengajak masyarakat menjadikan Pilkades sebagai momentum memperkuat solidaritas desa. “Siapa pun nanti yang terpilih, itulah pilihan terbaik masyarakat. Yang paling penting, desa tetap guyub dan harmonis,” tutupnya.(Yanti)

