Probolinggo, Liputan5 news.com;Jalan desa di Desa Banjarsari kecamatan Sumberasih kabupaten Probolinggo yang baru saja diaspal menggunakan dana desa tahun 2025 lalu sudah terlihat rusak dan retak. Warga desa curiga bahwa pengaspalan jalan tersebut tidak dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disusun.
"Jalan ini baru saja diaspal, tapi sudah rusak. Kami tidak tahu apa yang salah, tapi kami curiga bahwa pengaspalan jalan ini tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dan RAB,"lha ya mas,masak baru dikerjakan tahun 2025 kemaren sudah ambles dan retak sana sini.kata seorang warga desa Banjarsari.
Warga desa meminta pihak desa dan pemerintah terkait untuk memeriksa kualitas pengaspalan jalan tersebut dan mengambil tindakan yang tepat. Mereka juga meminta agar pengaspalan jalan tersebut dilakukan ulang dengan menggunakan spesifikasi teknis dan RAB yang sesuai.
"Kami berharap pihak desa dan pemerintah terkait dapat memeriksa dan mengambil tindakan yang tepat, agar jalan desa kami dapat digunakan dengan baik dan aman," tambah warga tersebut.
Pengaspalan jalan desa yang cepat rusak ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas pekerjaan dan transparansi penggunaan dana desa. Warga desa berharap agar kasus ini dapat diinvestigasi dan ditindaklanjuti dengan serius.
Sementara,Pihak pemerintah desa Banjarsari kecamatan Sumberasih diklarifikasi secara resmi melalui surat oleh media ini tidak merespon dengan surat balasan,hal ini mengindikasikan seolah pekerjaan secara sengaja dilakukan tidak sesuai spesifikasi teknis dan RAB.
Hal ini dipertegas oleh Hariono dari Aliansi masyarakat untuk transparansi anggaran kabupaten Probolinggo."dilihat dari pekerjaan yang rusak disana sini, ini kuat dugaan pekerjaan yang bersumber dari dana desa tahun 2025 itu sengaja dilakukan tidak sesuai RAB."pihak inspektorat dan aparat hukum seyogyanya melakukan penyelidikan penggunaan anggaran di desa Banjarsari ditahun 2025, untuk melakukan audit investigatif lapang dan di sesuaikan dengan laporan pertanggungjawaban di tahun tersebut.ungkapnya tegas.
"dari pengamatan lapang terlihat kualitas aspal dikurangi atau menggunakan aspal cair KW, hal lain juga proses pemadatan dan pembersihan lokasi sebelum aspal digelar juga turut dipertanyakan,hingga campuran matreal serta ketebalan pengaspalan turut diduga dilakukan tidak spesifikasi teknis dan RAB hingga aspal cepat rusak."kita patut mencurigai ada Mark up hingga manipulasi SPJ pada pekerjaan yang ada di desa Banjarsari.ungkap pria 45 tahun ini.(Hs)
