Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

‎Waw! Dugaan Penyelewengan Bantuan Erupsi Semeru, Poktan Cipta Jasa II Catut Oknum Politisi

‎Lumajang - Liputan5News.com Kabar dugaan penyelewengan alokasi bantuan terhadap korban Erupsi Semeru Lumajang oleh Kelompok Tani Cipta Jasa II Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung Lumajang, terus menjadi momok pembicaraan hingga kini, Rabu (14/1/2026).
‎Dulmanan, Ketua Kelompok Tani Cipta Jasa II lantang menyebut, ada instruksi dari oknum politisi desa setempat yang ia sebut pak dewan, berperan sejak awal pengajuan hingga pendistribusian yang diduga diselewengkan.
‎"Keperluannya yang tau itu pak dewan," ucapnya, sembari mengiakan, jika pengajuan dibuat dari Poktan yang dipimpinnya.
‎"Dari pak dewan dapat 1000 paket. Dan diambil sama Camat 100 paket, dibawa pak dewan sekitar 300 paket dibagikan ke Desa Sidorejo kalau Ndak salah," imbuhnya.
‎Lebih jauh Dulmanan mempersilahkan media ke oknum dewan yang disebut, lantaran dirinya mengaku hanya sebagai pihak yang menerima.
‎"Dikirimnya dari BPDB Jawa Timur, untuk pembagiannya pak dewan," ujar Dulmanan.
‎Indikasi penyelewengan bantuan diperkuat oleh data atau surat pengajuan ditandatangani oleh Dulmanan pada 11 Desember 2025. Tersemat dalam surat pengajuan tersebut ditujukan ke BPBD Provinsi Jawa Timur, dengan dasar Poktan Cipta Jasa II akan mengadakan kegiatan penyaluran bantuan pada korban terdampak bencana Erupsi Semeru pada 17 Desember 2025.
‎Sebagai bentuk perhatian pemerintah, akhirnya tepat di hari pelaksanaan, BPBD mengamini pengajuan. 1000 paket sembako tiba dikediaman Dulmanan. 
‎Mirisnya, hingga media mengetahui akan alokasi bantuan tersebut, ratusan paket masih tersimpan dikediaman Dulmanan, hingga pertengahan Januari 2026. Berikut pembagian, bukan pada korban Erupsi Semeru, melainkan beberapa anggota Poktan dan warga Desa Dawuhan Wetan. 
‎Anggota Poktan mengakui memperoleh bantuan itu. Dibungkus dalam tas warna hitam, bertuliskan bantuan Gubernur Jawa Timur. Cipta kondisi terhimpun, penerima bantuan berfikir, jika bantuan itu merupakan dari sang oknum dewan atas dasar kepedulian, untuk warga di dapilnya.
‎Salahsatu penerima menunjukkan, bantuan paket berisikan sembako diantaranya, 3 Kg Beras, kecap, 5 mie instan, sarden 2, minyak goreng 1 liter, 1kg Gula.
‎"Dari pak dewan mas, yang nerima Poktan. Ketua Poktan (Dulmanan -red) menyampaikan ada bantuan, kalau yang mau ambil, bisa datang gitu," ungkap salahsatu anggota Poktan.
‎Respon keras disampaikan Dendik Zeldianto, Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kabupaten Lumajang. Dia menegaskan, akan melaporkan peristiwa ini ke KPK-RI.
‎Menurutnya, ada pola pengelabuan untuk kepentingan politik, dengan kedok korban bencana. "Tidak manusiawi, kami sudah mengantongi data oknum dewan yang dimaksud, akan kami laporkan ke pusat dan KPK-RI. Bukti surat/berkas lampiran sudah kami kantongi termasuk berita acara dari BPBD Provinsi Jawa Timur," kata Dendik.
‎Disinggung siapa oknum dewan yang dimaksud. Pria yang dikenal dengan sebutan Dendik ekstrim itu belum manyampaikan.
‎"Nanti kalau surat ke KPK sudah kami kirim, media bakal kami beri tembusan. Ini modus, nanti proses akan kami kawal," pungkasnya.(hs)