Liputan5news.com - Sidoarjo. Sidoarjo. Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Mohammad Rojik kembali mendorong Pemkab Sidoarjo untuk segera membangun pasar ikan atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di wilayah Jabon. Menurutnya, kebutuhan fasilitas tersebut sudah mendesak mengingat tingginya aktivitas perikanan di kawasan pesisir itu.
Politisi PKB ini menyebut potensi perikanan di Jabon sangat besar. Selama ini, transaksi jual beli ikan masih dilakukan secara sederhana di pinggir jalan dengan memanfaatkan mobil pick up sebagai tempat bongkar muat. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga kurang layak dari sisi pengelolaan hasil tangkap.
"Bayangkan, setiap hari kurang lebih 50 ribu ton ikan berasal dari wilayah Jabon,” ujar Rojik saat ditemui di ruang Komisi C , Jumat (30/1/2026).
Volume produksi tersebut, kata dia, semestinya ditangani lewat fasilitas resmi yang bisa mengatur distribusi, kualitas, hingga pengawasan harga.
Ia menambahkan, lebih dari separuh pasokan ikan yang beredar di pasar-pasar Sidoarjo berasal dari Jabon.
" Dengan porsi sebesar itu, keberadaan TPI di kawasan tersebut dianggap menjadi kebutuhan mendasar untuk menunjang sistem perdagangan lokal, " tegasnya.
Rojik menjelaskan masyarakat Jabon sebenarnya sudah lama mengusulkan pembangunan pasar ikan. Aspirasi itu terus muncul dari tahun ke tahun, namun hingga kini belum terealisasi. Ia mengaku sudah memperjuangkan usulan tersebut selama 15 tahun melalui berbagai forum resmi.
Menurutnya, momentum hadirnya kepala Dinas Perikanan yang baru seharusnya bisa menjadi angin segar. Ia berharap perubahan kepemimpinan itu dapat membuka peluang baru agar rencana pembangunan pasar ikan akhirnya mendapatkan prioritas.
Di sisi lain, Rojik menegaskan keberadaan TPI bukan sekadar pembangunan fisik semata, tetapi juga investasi besar untuk penguatan ekonomi daerah. Dengan adanya pasar ikan yang terfasilitasi, proses jual beli dapat berlangsung lebih teratur dan profesional.
"Selain itu, pasar ikan di Jabon akan memberikan manfaat langsung bagi nelayan dan pedagang," tambahnya.
Biaya transportasi dapat ditekan karena transaksi tidak lagi harus dilakukan di pusat kota atau area lain yang jauh dari lokasi tangkap. Hal ini tentu mengurangi ongkos operasional mereka.
Pembangunan TPI juga berperan menjaga kualitas serta kesegaran ikan. Dengan fasilitas penyimpanan dan penanganan yang terstandar, hasil tangkap nelayan dapat terjaga lebih baik sebelum masuk ke tangan konsumen. Rojik menegaskan, manfaat tersebut yang membuat pembangunan pasar ikan di Jabon harus segera direalisasikan demi kesejahteraan masyarakat.(Yanti)

