Probolinggo | Liputan5News.com
Ruas Jalan Kabupaten Probolinggo yang menghubungkan Wonoasih–Bantaran kini menjadi sorotan warga dan pengguna jalan. Pasalnya, di sepanjang jalan tersebut banyak terdapat pohon bambu yang doyong dan rawan roboh, tepatnya di wilayah Desa Keropak Timur di sisi timur jalan dan Desa Tempuran di sisi barat jalan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo.
Jalan yang berada di bawah kewenangan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo ini memang dikenal asri dengan deretan pepohonan bambu di kanan dan kiri jalan. Namun kondisi tersebut justru dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama saat angin kencang dan musim hujan.
Menurut keterangan warga sekitar, pohon bambu di ruas jalan Wonoasih–Bantaran sudah roboh sebanyak tiga kali. Bahkan, dua kejadian di antaranya menimpa pengguna jalan roda dua. Beruntung, korban hanya mengalami luka ringan.
“Sudah sering roboh, Mas. Kalau tidak segera ditangani, bisa saja nanti menimbulkan korban yang lebih parah,” ungkap salah satu warga setempat.
Warga menilai, hingga kini belum ada penanganan serius dari instansi terkait, khususnya dalam hal pemangkasan atau penertiban pohon bambu yang sudah terlalu condong ke badan jalan. Mereka berharap Dinas Perhubungan maupun instansi berwenang lainnya segera turun tangan untuk mengantisipasi risiko kecelakaan lalu lintas.
Saat tim wartawan Liputan5News.com meninjau langsung ke lokasi, terlihat jelas banyak pohon bambu di sepanjang ruas jalan tersebut dalam kondisi miring dan berpotensi tumbang kapan saja. Kondisi ini dinilai sangat memprihatinkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Warga dan pengguna jalan berharap pemerintah Kabupaten Probolinggo segera mengambil tindakan konkret, seperti pemangkasan rutin atau penataan vegetasi di sepanjang jalan, demi keselamatan pengguna jalan dan pejalan kaki.
Jika dibiarkan berlarut-larut, keberadaan pohon bambu yang rawan tumbang tersebut dikhawatirkan dapat memicu kecelakaan lalu lintas yang lebih fatal di kemudian hari.
