Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Inspektorat Kabupaten Lumajang Diduga Tebang Pilih, Aktivis dan LSM Kutuk Keras

Lumajang | Liputan5news.com
Kinerja Inspektorat Kabupaten Lumajang kembali menjadi sorotan tajam. Sejumlah aktivis dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengutuk keras sikap Inspektorat yang dinilai tebang pilih serta tidak profesional dalam menindaklanjuti laporan dugaan penyimpangan penggunaan Dana Desa (DD).

Sorotan tersebut muncul lantaran laporan resmi yang dilayangkan oleh aktivis, LSM, dan awak media terkait pekerjaan fisik Dana Desa Tahun Anggaran 2022 hingga 2025 di Desa Sawaran Lor hingga kini belum menunjukkan kejelasan penanganan. Padahal, laporan tersebut telah disampaikan lebih dari satu bulan lalu.

Berdasarkan hasil temuan di lapangan oleh fungsi kontrol eksternal, terdapat sejumlah indikasi pelanggaran serius. Di antaranya, tidak ditemukannya papan informasi atau prasasti proyek pada setiap kegiatan fisik yang dibiayai Dana Desa, sebagaimana diwajibkan dalam prinsip transparansi pengelolaan keuangan negara.

Lebih memprihatinkan, beberapa hasil pekerjaan fisik yang baru saja dikerjakan—bahkan pada Tahun Anggaran 2025 tahap I—dilaporkan telah mengalami kerusakan parah. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat bahwa pelaksanaan pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
Ironisnya, hingga berita ini diterbitkan, Inspektorat Kabupaten Lumajang belum memberikan respons maupun tindak lanjut atas surat resmi yang dilayangkan oleh tim LSM dan DPW Tamperak Media. Sikap diam tersebut memunculkan dugaan adanya pembiaran, bahkan potensi kedekatan tertentu antara Inspektorat dengan oknum Kepala Desa Sawaran Lor.

“Jika temuan di lapangan sudah jelas namun tidak ada tindakan, wajar bila publik mempertanyakan kinerja Inspektorat Lumajang. Ada apa sebenarnya?” ujar salah satu aktivis antikorupsi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Inspektorat Kabupaten Lumajang belum memberikan klarifikasi maupun jawaban resmi atas konfirmasi yang telah disampaikan.(hs)