Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Dukung Pencegahan Stunting Di Desa Tegalrejo Program Cerdas Gizi KKN BBK 7 UNAIR


Liputan5news.com - Sidoarjo. Kelompok KKN-BBK 7 (Kuliah Kerja Nyata - Belajar Bersama Komunitas) Universitas Airlangga di Desa Tegalrejo Kec. Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi melaksanakan program kerja kedua bertajuk Cerdas Gizi sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan kesadaran terhadap isu stunting dan pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini, pada Senin (12/1/2026). Program ini menjadi bagian dari kontribusi Mahasiswa UNAIR dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di tingkat Desa.


Kegiatan Cerdas Gizi diselenggarakan di Balai Desa Tegalrejo dengan melibatkan kader Posyandu serta peserta Posyandu Desa Tegalrejo sebagai sasaran utama. Ketua PKK Desa Tegalrejo, Umi Kulsum yang turut mendampingi kegiatan ini, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan program tersebut. “Edukasi gizi seperti ini sangat dibutuhkan oleh ibu-ibu balita. Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi kesehatan anak-anak di Desa Tegalrejo,” ujar Ketua PKK Desa Tegalrejo.


Untuk memperkuat materi penyuluhan, tim KKN BBK 7 menghadirkan DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) Ayik Mirayanti Mandagi, S.KM., M.Kes. yang merupakan Dosen Kesehatan Masyarakat dari Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam Universitas Airlangga Banyuwangi, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Dosen Kesehatan Masyarakat tersebut menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari lingkungan keluarga. “Stunting tidak hanya berdampak pada tinggi badan anak, tetapi juga memengaruhi perkembangan otak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Oleh karena itu, pemenuhan gizi yang tepat sejak kehamilan hingga usia balita sangatlah penting,” jelas Ayik Mirayanti.


Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 33 peserta dari dua posko Posyandu di Desa Tegalrejo yang berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para peserta aktif berdiskusi serta memanfaatkan sesi konsultasi langsung untuk menanyakan perencanaan menu harian, pemantauan tumbuh kembang anak, serta langkah konkret pencegahan stunting di lingkungan rumah tangga.


Bidan Wilayah Desa Tegalrejo, Umi Nadziroh, A.Md.Keb, turut menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Mahasiswa UNAIR dalam kegiatan Posyandu. “Kami sangat berterima kasih kepada adik-adik Mahasiswa BBK 7. Ibu-ibu balita memang membutuhkan edukasi kesehatan keluarga seperti ini. Alhamdulillah, perkembangan stunting di Desa Tegalrejo menunjukkan penurunan dengan adanya dukungan Posyandu, kader, serta bantuan dari Dinas Kesehatan. Harapan kami ke depan, kehadiran sasaran Posyandu bisa mencapai 100 persen dan kegiatan edukasi seperti ini dapat terus berlanjut,” tutur Umi Nadziroh.


Kelompok BBK 7 Desa Tegalrejo terdiri dari sembilan Mahasiswa lintas disiplin ilmu, yakni Aimee Nayla Valencia Chandra (S1 Akuntansi), Aaron Sava Nasyith Dakara (S1 Ekonomi Islam), Fanenda Yusfeha Chanzabreena (S1 Manajemen), Siti Haya Zhafirah Rahardja (S1 Ilmu Komunikasi), Nurul Kamilatun Ni’mah (S1 Akuakultur), Aulia Novia Safitri (D4 Manajemen Perkantoran Digital), Baariq Taufiiqulhakim (S1 Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan), serta Christian Gavrila Sugiarto dan Rafa Nabila Hapsari (S1 Kedokteran Hewan). Keberagaman latar belakang keilmuan ini menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang kolaboratif.



Penanggung jawab program Cerdas Gizi, Fanenda Yusfeha Chanzabreena (S1 Manajemen), menyampaikan bahwa kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat. “Kami melihat semangat dan antusiasme yang tinggi dari ibu-ibu Posyandu dari dua posko yang terlibat. Mereka aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber. Kami berharap kegiatan ini dapat berkontribusi dalam menurunkan angka stunting serta meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan stunting sejak dini,” ungkap Fanenda Yusfeha.


Secara keseluruhan, program Cerdas Gizi berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pencegahan stunting. Sinergi antara Mahasiswa, tenaga kesehatan, dan perangkat Desa diharapkan mampu mendukung terwujudnya generasi Desa Tegalrejo yang sehat, cerdas dan berkualitas. (Yanti)