Probolinggo – Liputan5News.com
Pemerintah mengalokasikan anggaran besar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 17 Tahun 2025, khususnya angka 3 huruf (c), setiap KDMP memperoleh alokasi anggaran hingga Rp3 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari pinjaman Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan jaminan Dana Desa selama enam tahun. Dari total dana tersebut, sekitar Rp1,6 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan fisik gerai KDMP, sementara sisanya digunakan sebagai modal pengadaan dan distribusi barang kebutuhan pokok.
Tahap Persiapan Capai Rp100 Juta
Aktivis DPD LIRA Kabupaten Probolinggo, Sudarsono, SH, menjelaskan bahwa anggaran pembangunan Rp1,6 miliar tersebut telah mencakup seluruh tahapan sejak pra-konstruksi.
Rincian tahap persiapan antara lain:
1. Pengurusan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG): Rp20 juta
2. Pembersihan dan persiapan lahan: Rp25 juta
3. Jasa arsitek dan konsultan pengawas: Rp40 juta
4. Mobilisasi alat dan pembangunan direksi keet: Rp15 juta
“Total biaya pra-konstruksi sekitar Rp100 juta, atau 5–7 persen dari total anggaran pembangunan. Tahap ini krusial untuk memastikan legalitas dan kelancaran proyek,” ujar Sudarsono, Selasa (13/1/2026).
Konstruksi Fisik Serap Anggaran Terbesar
Tahap konstruksi fisik menyerap porsi anggaran terbesar, yakni sekitar 55–60 persen dari total biaya. Dengan luas bangunan diperkirakan 150–200 meter persegi, anggaran konstruksi mencapai sekitar Rp950 juta.
Pekerjaan meliputi pembangunan pondasi, struktur beton bertulang, atap dak, instalasi kelistrikan, hingga finishing bangunan.
“Seluruh pekerjaan konstruksi telah dirinci dan disesuaikan dengan standar bangunan usaha modern,” jelasnya.
Fasilitas Setara Minimarket
DPD LIRA Kabupaten Probolinggo menilai Presiden Prabowo Subianto menginginkan gerai KDMP memiliki standar setara, bahkan lebih baik, dari minimarket pada umumnya. Karena itu, setiap gerai dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti:
1. Pendingin ruangan (AC)
2. Sistem CCTV
3. Furnitur dan rak display
Total anggaran fasilitas pendukung tersebut mencapai sekitar Rp400 juta.
Sementara itu, pengadaan perangkat teknologi seperti komputer serta biaya tak terduga dialokasikan sekitar Rp140 juta.
Dengan demikian, total anggaran pembangunan KDMP dari tahap persiapan hingga finishing mencapai Rp1,6 miliar.
Pengawasan Jadi Kunci
Sudarsono optimistis keberadaan KDMP di setiap desa dan kelurahan dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan, memperkuat distribusi kebutuhan pokok, menekan harga di tingkat konsumen, serta membuka peluang usaha masyarakat.
Namun demikian, ia menegaskan pentingnya pengawasan ketat agar program strategis ini tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
“Atas nama DPD LIRA Kabupaten Probolinggo, kami akan membawa persoalan ini ke ranah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Bogor pada 16_18 Januari 2026,” tegasnya.(hs)
