Probolinggo – Liputan5Nwes.com
Warga Desa Andung Biru, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo kembali menyuarakan keluhannya terkait kondisi jalan kabupaten yang puluhan tahun tidak kunjung diperbaiki. Memasuki musim penghujan, kerusakan semakin parah akibat batu makadam yang terus tergerus air.
Jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat Andung Biru yang mayoritas berprofesi sebagai petani. Tidak adanya jalur alternatif membuat warga hanya bergantung pada satu-satunya akses ini untuk aktivitas sehari-hari, termasuk mengangkut hasil pertanian.
Warga mengaku sudah berusaha sebisanya dengan cara menata ulang batu makadam yang terbawa arus hujan. Namun, upaya swadaya tersebut hanya bertahan sementara dan tidak mampu mengimbangi kerusakan yang terus terjadi.
Saat tim wartawan Liputan5Nwes.com melakukan peninjauan langsung pada Sabtu, 29/11/2025, seorang warga pria paruh baya berusia sekitar 48 tahun mengungkapkan keluhannya.
> “Gimana jalan kabupaten ini kok bisa kayak gini, mas? Padahal Indonesia sudah lama merdeka. Jalan utama milik Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo ini kok tidak ada perbaikan sama sekali. Tidak usah aspal hotmix, aspal lapen saja sudah kami syukuri, mas. Apa pemerintah lupa kalau di sini ada warganya? Atau memang kami tidak dianggap?” ujarnya, meminta agar namanya tidak disebutkan.
Warga merasa kondisi ini ironis, sebab daerah pedalaman seperti Andung Biru seolah tidak menjadi prioritas. Mereka menduga lokasi yang jauh dari keramaian menjadi alasan dinas terkait kurang memberi perhatian.
Padahal dalam konstitusi sudah jelas bahwa semua warga negara, baik di kota maupun di pedalaman, memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dan fasilitas publik yang layak. Jalan yang memadai sangat penting untuk menunjang ekonomi masyarakat, terutama dalam mempercepat distribusi hasil bumi serta meningkatkan perdagangan lokal.
Namun kenyataannya, hingga kini kondisi jalan kabupaten tersebut masih seperti “jaman penjajahan Belanda”, karena hanya berupa jalan makadam dan tidak pernah tersentuh pengaspalan layak.
Warga berharap Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo segera turun tangan melakukan perbaikan demi kelancaran transportasi dan pemerataan pembangunan.(hs)
