Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Fraksi PKB DPRD dan DPC PKB Sidoarjo Gelar Syukuran: Teguhkan Komitmen Teladani Nilai Perjuangan Gus Dur, Syaikhona Cholil, dan Marsinah


Liputan5news.com - Sidoarjo. KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur telah lama menjadi pahlawan di hati rakyat Indonesia, jauh sebelum negara secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepadanya. Mengingat jasa besar Bapak Bangsa itu, DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo bersama Fraksi PKB DPRD Sidoarjo menggelar syukuran sebagai bentuk rasa syukur, dukungan moral, dan penghormatan mendalam terhadap perjuangan Gus Dur.


Syukuran berlangsung hangat di tengah kesibukan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sidoarjo, Jumat (14/11/2025). Di ruang rapat Banggar, tumpeng telah disiapkan oleh Fraksi PKB untuk menyambut momentum penuh makna ini.


Acara dimulai menjelang pertemuan Banggar DPRD Sidoarjo dengan TAPD Pemkab Sidoarjo. Tidak hanya untuk Gus Dur, syukuran ini juga dipersembahkan untuk KH Syaikhona M. Cholil—ulama kharismatik asal Madura yang ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Bidang Pendidikan Islam—serta Marsinah, aktivis buruh asal Porong, Sidoarjo, yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional atas perjuangannya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.


Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih dan Ketua Fraksi PKB M. Dhamroni Chudlori turut hadir dan mengundang Ketua TAPD Pemkab Sidoarjo, Dr. Fenny Apridawati, S.KM., M. Syukuran berlangsung khidmat. Anggota Banggar DPRD Sidoarjo dan anggota TAPD Pemkab Sidoarjo kemudian larut dalam doa bersama untuk para pahlawan bangsa.


Dalam prosesi simbolis, Ketua Fraksi PKB M. Dhamroni Chudlori memotong tumpeng dan menyerahkannya kepada Fenny Apridawati, sementara Ketua DPRD Abdillah Nasih memberikan potongan tumpeng kepada Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono.


Hadir pula perwakilan fraksi-fraksi di Banggar, antara lain Choirul Hidayat (PDIP), Muzayyin Safrial (Gerindra), Deny Haryanto (PKS–PPP), dan lainnya. Dari pihak TAPD, tampak Kepala Bappeda Sidoarjo sekaligus Asisten I M. Ainur Rahman AP M.Si, Asisten II M. Mahmud, Asisten III Benny Airlangga Yogaswara, serta perwakilan berbagai OPD Pemkab Sidoarjo.


Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo, M. Dhamroni Chudlori, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah RI atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada tiga tokoh penting tersebut. Ia menegaskan bahwa dedikasi Gus Dur, Syaikhona Cholil, dan Marsinah merupakan teladan luar biasa bagi seluruh rakyat Indonesia.


 “Dedikasi mereka sebagai Pahlawan Nasional sangat luar biasa. Kita patut meneladaninya.” ucap M. Dhamroni Chudlori, Ketua Fraksi PKB DPRD Sidoarjo


Sehari sebelumnya, Kamis malam (13/11/2025), DPC PKB Sidoarjo juga menggelar syukuran serupa di kantor DPC. Acara dihadiri oleh jajaran Mustasyar, Dewan Syura, Dewan Tanfidz, Fraksi PKB di DPRD Sidoarjo, para kader, dan badan otonom partai.


Ketua DPC PKB Sidoarjo, Abdillah Nasih, menyampaikan bahwa Gus Dur, KH Syaikhon Muhammad Cholil, dan Marsinah adalah figur teladan yang membuktikan bahwa perjuangan untuk bangsa tidak mengenal batas profesi maupun latar belakang.


 “Dari mereka kita belajar bahwa perjuangan bukan hanya soal ketokohan, tetapi juga nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.” ungkap Abdillah Nasih, Ketua DPC PKB Sidoarjo


Ia menambahkan bahwa Gus Dur yang juga pendiri PKB secara konsisten memperjuangkan pluralisme, nasionalisme, toleransi, kemanusiaan, dan anti-kekerasan. Nilai-nilai itu kini menjadi roh perjuangan PKB.


 “Itulah prototipe perjuangan PKB ke depan. Sebagai partai yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama (NU), PKB konsisten menggelorakan semangat toleransi, kemanusiaan, dan kebangsaan di setiap lini kehidupan masyarakat.” ucap Abdillah Nasih


Melalui dua rangkaian syukuran tersebut, Fraksi PKB DPRD Sidoarjo dan DPC PKB Sidoarjo menegaskan komitmen mereka untuk: Meneladani nilai perjuangan Gus Dur, Syaikhona Cholil, dan Marsinah. Mengokohkan spirit pluralisme, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Terus mendukung pembangunan daerah dengan semangat kebangsaan. Menjalankan amanah perjuangan para pahlawan dalam setiap kebijakan publik.


Acara ini menjadi simbol rasa syukur, semangat perjuangan, serta tekad bersama untuk menjaga warisan nilai-nilai luhur para tokoh bangsa. (Yanti).