Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Diduga Terjadi Mark Up Anggaran Aspal Lapen dan Ketahanan Pangan di Desa Gerongan, Kecamatan Maron


Probolinggo — Liputan5news.com
Dugaan penyimpangan anggaran kembali mencuat di Desa Gerongan, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo. Program Aspal Lapen dan Ketahanan Pangan pada Tahun Anggaran 2023–2024 disebut-sebut mengalami mark up oleh oknum kepala desa.

Berdasarkan laporan awak media di lapangan yang kemudian disampaikan kepada pimpinan redaksi, terdapat dua pos anggaran utama yang menjadi sorotan, yaitu:

Aspal Lapen: Rp 133.000.000,00

Ketahanan Pangan: Rp 20.000.000,00


Keduanya diduga tidak dikerjakan sesuai ketentuan. Bahkan, hasil pekerjaan Aspal Lapen dilaporkan sudah mengalami kerusakan meski belum mencapai satu tahun sejak pembangunan.

Tim wartawan Liputan5news.com telah mencoba mengonfirmasi Kepala Desa Gerongan, Nanang, melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, Selasa (18/11/2025), yang bersangkutan tidak memberikan jawaban terkait kerusakan aspal maupun keberadaan program ketahanan pangan yang diduga tidak memiliki wujud fisik meski anggaran telah terserap.


---

LSM PRI Soroti Dugaan Mark Up

Ketua DPD LSM Pemerhati Rakyat Indonesia (PRI), Candra DC, turut menyoroti dugaan penyimpangan tersebut. Ia menegaskan bahwa kerusakan jalan bukan disebabkan faktor alam semata, tetapi patut diduga terkait mark up anggaran.

> “Setelah kami telusuri di lapangan, kerusakan ini bukan hanya karena cuaca. Ada dugaan kuat terjadinya mark up anggaran oleh oknum Kepala Desa Gerongan,” ujar Candra DC.



Menurutnya, sikap kepala desa yang tidak memberikan penjelasan kepada publik semakin memperkuat dugaan adanya penyimpangan pengelolaan dana desa. Ia menyebut transparansi anggaran adalah kewajiban yang harus dipenuhi pemerintah desa.


---

Akan Dilaporkan ke Inspektorat

LSM PRI berencana membawa temuan tersebut ke Inspektorat Kabupaten Probolinggo agar dilakukan penyelidikan resmi.

> “Jika terbukti, pelakunya harus bertanggung jawab. Baik dengan mengembalikan kerugian negara maupun memperbaiki hasil pekerjaan yang rusak,” tegas Candra DC saat ditemui di lokasi yang kondisinya sudah rusak parah.



Candra juga menduga bahwa masih ada pekerjaan fisik lain yang bermasalah dalam anggaran 2023–2024.

> “Ini bukan persoalan kecil. Kami akan kawal temuan ini. Kemungkinan besar masih banyak pekerjaan fisik lain yang lebih parah,” tambahnya.



Ia berharap pemerintah desa dapat lebih terbuka dan bertanggung jawab agar Desa Gerongan dapat berkembang menjadi desa maju dan mandiri, bukan sebaliknya.(hs)