Probolinggo – Liputan5Nwes.com
Pemerintah Kabupaten Probolinggo kembali menorehkan prestasi nasional dengan menjadi satu-satunya instansi pemerintah daerah di Indonesia yang secara konsisten meraih penghargaan dalam tiga kategori sekaligus pada ajang Pariwara Anti Korupsi 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI, Sabtu (30/11).
Pada puncak acara Apresiasi Pariwara Antikorupsi & ACFFEST 2025, yang berlangsung di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat (28/11/2025), Pemerintah Kabupaten Probolinggo menerima penghargaan untuk kategori Media On Ground Activation.
Penghargaan khusus ini diberikan sebagai bentuk apresiasi KPK RI atas konsistensi Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam membangun budaya integritas dan transparansi, termasuk upaya edukasi publik melalui strategi komunikasi dan kajian mengenai korupsi di berbagai sektor.
Bupati Probolinggo, Muhammad Haris Damanhuri Romly, menegaskan bahwa pembangunan budaya antikorupsi harus dimulai dari birokrasi yang bersih, kuat, dan efisien.
> “Korupsi adalah masalah multidimensi yang membutuhkan pendekatan holistik. Tidak cukup hanya dengan memperbaiki sistem hukum atau ekonomi; kita juga perlu membangun kembali moralitas dan kesadaran psikologis masyarakat,” ujarnya.
Bupati Haris menambahkan bahwa reformasi hukum harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi, pendidikan karakter, serta penguatan dukungan psikologis.
> “Insya Allah, hanya dengan cara ini kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih bersih, adil, dan berintegritas.”
Ia juga menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar kebanggaan semata, tetapi tanggung jawab besar untuk terus menjaga integritas.
> “Kekompakan adalah modal penting. Masih banyak problema yang harus dimitigasi, bukan hanya intoleransi yang sangat berbahaya, tetapi juga ancaman korupsi dan narkoba.”
Catatan Kabiro Probolinggo:
Dengan diraihnya tiga penghargaan dalam ajang Pariwara Anti Korupsi ini, semoga menjadi suntikan semangat bagi semua pihak. Namun, jangan cepat berpuas diri — sebab tepuk tangan yang berlebihan bisa membuat kita lengah.(has)
