Probolinggo – Liputan5News.com
Akses jalan dari Desa Pedagangan–Jangkang hingga Desa Segaran, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, menjadi sorotan warga. Jalan tembus yang menghubungkan tiga desa tersebut sekaligus menjadi jalur menuju Destinasi Wisata Air Terjun Purba Tirai Bidadari. Sayangnya, kondisi jalan rusak parah dan disebut sudah puluhan tahun tidak tersentuh perbaikan.
Selain sebagai penghubung antar desa, jalur ini juga menjadi akses alternatif antar kabupaten, yaitu Probolinggo menuju Lumajang. Ironisnya, menurut warga, ruas jalan di wilayah Lumajang sudah dibangun dengan baik, sementara jalan di wilayah Probolinggo dibiarkan rusak tanpa ada penanganan berarti.
“Jalan ini sudah lebih dari 20 tahun tidak ada tindakan dari pemerintah daerah. Kepala daerah sudah beberapa kali berganti, tapi janji perbaikan tidak pernah terwujud,” ujar salah satu warga Desa Segaran kepada tim Liputan5Nwes.com.
Padahal, jalur ini merupakan akses utama menuju Wisata Tirai Bidadari, destinasi alam yang menyuguhkan panorama menakjubkan dan dikenal mampu ‘menghipnotis’ para pengunjung. Namun untuk menikmati keindahan tersebut, wisatawan harus menghadapi kondisi jalan yang penuh tantangan dan menguras tenaga.
“Kalau lewat sini ya begini, mas. Kalau belum pernah lewat pasti pegal tangannya. Saya saja yang tiap hari lewat, kalau malam terasa pegal semua,” keluh warga lainnya.
Warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, segera turun tangan memperbaiki jalan yang sudah lama terbengkalai tersebut. Mereka meminta agar kondisi kerusakan ini disuarakan lebih luas melalui pemberitaan agar pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat pedesaan.
“Tolong diberitakan, mas. Sudah 20 tahun lebih jalan ini tidak tersentuh pembangunan. Padahal ini jalur tembus penting dan juga akses menuju wisata,” pinta seorang warga.
Masyarakat berharap pemberitaan ini mampu mengetuk hati pemerintah agar segera melakukan perbaikan demi kenyamanan warga serta mendukung potensi wisata di Kecamatan Tiris yang selama ini terkendala buruknya infrastruktur.(hs)
