Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

DEMI GAPAI PELAYANAN PRIMA, PERUMDAM TIRTA UMBULAN KOMITMEN LAKUKAN LANGKAH PEMBENAHAN BESAR UNTUK 20.000 PELANGGAN


PASURUAN, LIPUTAN5NEWS :Menjawab keluhan pelanggan dan sorotan publik terkait layanan air bersih di Kota Pasuruan, Perumdam Tirta Umbulan Kota Pasuruan melalui Direktur Utama Yudhi Wibowo, SE menyatakan komitmen total untuk melakukan pembenahan menyeluruh demi pelayanan prima.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Yudhi Wibowo saat ditemui awak media ini didampingi Humas PDAM, Lukman di Kantor Perumdam Tirta Umbulan.rabu,14/10/2026.

Yudhi menegaskan, kritik dari media dan masyarakat tidak akan dianggap sebagai serangan, melainkan sebagai bahan evaluasi internal yang paling berharga.

 "Ini Pak Lukman, Humas saya, di tiap pertemuan acara apapun selalu memberikan nomor ponselnya pada siapapun yang dirasa perlu mas, dan dia selalu mobile kapanpun tidak hanya jam kerja untuk memberikan penjelasan atas keluhan pelanggan ataupun masukan terhadap layanan yang kita berikan agar semaksimal mungkin bisa terlayani dengan baik, tentunya sesuai kemampuan dan selama aturan juga memperbolehkan," ungkap Yudhi Wibowo kepada media ini.

Untuk mewujudkan pelayanan prima, Perumdam menyiapkan beberapa langkah strategis,di antaranya akan mengoptimalkan dan meluncurkan aplikasi pengaduan berbasis digital "SIAP (Sistem Informasi Aduan Pelanggan). Aplikasi ini disiapkan untuk melayani sekitar 20.000 pelanggan yang tersebar di 4 kecamatan Kota Pasuruan.

Melalui SIAP, pelanggan tidak perlu datang ke kantor. Cukup foto keluhan - air mati, meter buram, pipa bocor, tagihan tidak wajar - dan laporan akan langsung masuk ke tim teknis yang piket 24 jam. Setiap aduan akan terpantau progressnya, dari diterima, dikerjakan, hingga selesai.

Kedua,Perumdam mengakui salah satu penyebab utama air tidak mengalir maksimal adalah kondisi jaringan pipa Sambungan Rumah (SR) yang sudah tua, berkarat, dan banyak kebocoran (tingkat kebocoran / NRW masih tinggi).

Tahun ini Perumdam fokus melakukan revitalisasi jaringan SR di wilayah-wilayah yang paling banyak keluhan seperti Panggungrejo, Bugul Kidul, dan Purworejo. Didukung anggaran dari Pemkot Pasuruan sekitar Rp 310 juta untuk revitalisasi dan Rp 305 juta untuk pengembangan jaringan APBD 2026, termasuk rencana pemasangan pompa pendorong di Jembatan Bokwedi untuk meningkatkan tekanan air.


Menjawab sorotan terkait water meter yang sudah buram, macet, dan berumur di atas 5-10 tahun, Perumdam berkomitmen melakukan pendataan dan penggantian water meter terkendala.

Meter yang kaca sudah buram, angka tidak terbaca, atau putaran tidak normal akan diganti secara bertahap. Penggantian akan diprioritaskan untuk meter-meter yang sudah tidak layak baca dan dikeluhkan pelanggan, sesuai dengan aturan Permendagri dan kemampuan keuangan perusahaan.

Untuk menjamin keakuratan pengukuran dan kepastian hukum bagi pelanggan, Perumdam saat ini sedang dalam proses membangun komunikasi resmi dengan *BPK RI Perwakilan jawa timur dan UPT Metrologi Legal Dinas Perdagangan Kota Pasuruan.

Langkah ini untuk melakukan tera ulang meter air secara berkala sesuai UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Tujuannya agar setiap meter yang terpasang di rumah pelanggan memiliki sertifikat SAH dan akurasi terjamin, sehingga tidak ada lagi keraguan soal tagihan melonjak akibat meter error.

"Kami sadar tidak bisa sempurna, tapi kami terus berbenah. Kritik silakan, kami terima. Pintu kami terbuka 24 jam melalui Pak Lukman," pungkas Yudhi.(ze)