PASURUAN,Liputan5news.com; LPK BHARATA Pasuruan menyatakan sikap untuk mengawal ketat penggunaan dana hibah bantuan pemerintah di sektor pendidikan. Lembaga ini mendesak agar setiap rupiah dana yang berasal dari pajak rakyat dikelola secara *transparan, profesional, proporsional, dan dapat dipertanggungjawabkan* kesesuaiannya antara RAB dengan realisasi di lapangan.
Hal itu disampaikan Kholilurrohman, perwakilan LPK BHARATA Pasuruan, terkait proyek revitalisasi satuan pendidikan di wilayah Desa Lajuk, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan.
"Uang Pajak Rakyat Jangan Disalahgunakan"
Kholilurrohman berharap dana yang bersumber dari hasil pengumpulan pajak rakyat dan disalurkan kepada pengelola yayasan pendidikan tidak disalahgunakan.
"Ini uang rakyat. Dari pajak yang kita bayar setiap hari. Harus dijaga agar sampai ke sasaran dan tidak bocor di tengah jalan," tegas Rohman, sapaan akrabnya.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat penting dalam pengawasan. Pasalnya, penyalahgunaan dana hibah untuk pembangunan pendidikan sering terjadi dan dilakukan oleh oknum atau pemilik yayasan.
Soroti Proyek Pembangunan TK di Desa Lajuk
Salah satu yang disorot LPK BHARATA adalah pembangunan KB ROUDLOTUL HASAN di Desa Lajuk, Kec. Gondangwetan.
Berdasarkan data, proyek ini merupakan Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat PAUD.
Pelaksana: P2SP KB Roudlotul Hasan
Nilai Bantuan: Rp. 396.766.000,-
Sumber Dana: APBN TA. 2026
Waktu Pelaksanaan: 90 Hari Kalender, 3 September s/d 2 Desember 2026
Dari pantauan di lapangan, Rohman menemukan kejanggalan.
"Dari awal pembangunan TK dilaksanakan tidak ada papan informasi proyek. Baru setelah ramai diberitakan dan ada konfirmasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, tak berselang lama papan informasi ini dipasang," ungkapnya.
Kondisi ini dinilai sengaja menutup partisipasi publik untuk mengetahui tata laksana proyek.
Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi Teknis dan RAB
Rohman juga menyoal mutu pelaksanaan. Ia menduga pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis dan RAB.
"Dari pengamatan kami, pasangan batu pondasi tidak didahului pemasangan astanpeng atau pasir. Batu pondasi langsung ditaruh begitu saja tanpa campuran pasir semen," jelasnya.
Selain itu, adukan campuran pasir semen tidak menggunakan takaran pasti karena di lapangan tidak menggunakan mesin pengaduk atau molen. Hal ini rawan disalahgunakan.
"Seharusnya di lapangan ada konsultan teknis. Tapi dengan dana ratusan juta, tidak tampak konsultan teknis tersebut. Apakah sengaja seperti ini pelaksanaannya? Artinya dinas tahu dan sengaja membiarkan karena ada bisik-bisik setoran atau keuntungan yang diberikan penerima hibah hasil pajak rakyat ini pada dinas terkait?" tanya Rohman serius.
Desakan LPK BHARATA
Atas temuan tersebut, LPK BHARATA Pasuruan mendesak:
1. Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan melakukan sidak dan evaluasi teknis menyeluruh terhadap proyek KB Roudlotul Hasan.
2. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan seluruh penerima dana hibah memasang papan informasi dan membuka RAB untuk publik.
3. Aparat Penegak Hukum menindaklanjuti jika ditemukan indikasi kerugian negara akibat ketidaksesuaian teknis dan RAB.
LPK BHARATA menegaskan akan terus melakukan pemantauan dan siap bersinergi dengan masyarakat, media, dan aparat penegak hukum untuk mengawal akuntabilitas dana pendidikan.
"Kami tidak anti pembangunan. Tapi pembangunan harus benar, sesuai aturan, dan bermanfaat untuk anak-anak kita," pungkas Kholilurrohman.
Dinas pendidikan kabupaten pasuruan,melalui bidang TK ,Iswahyuni dikonfirmasi media ini terkait pelaksanaan proyek dana hibah yang bersumber dari APBN di TK Roudlotul hasanah desa Lajuk yang diduga dilakukan langsung oleh pihak pengelola yayasan serta diduga dilakukan tidak sesuai spesifikasi teknis bangunan dan RAB,menyatakan akan mengkoordinasikan dengan pimpinan." Saya koordinasikan dulu ya pak,Alangkah baiknya juga berkirim surat langsung. ungkapnya via whatshap.jumat 11/9/2026.(ze)
