PROBOLINGGO — Liputan5News.com
Jalan Desa Paras sudah mengalami ambles serta retakan panjang dan lebar, bahkan struktur jalan mulai miring. Kerusakan ini terjadi akibat truk bermuatan berat — pasir, kayu, dan kendaraan engkel semi-mini — yang dipaksa melintas melalui jalan alternatif sejak penutupan Jembatan Curah Bubur. Proyek pergantian jembatan ini sudah berlangsung 4 bulan.
🛣️ Jalan Alternatif Bukan Dirancang untuk Beban Berat
Truk dan kendaraan berat kini dialihkan melewati beberapa rute:
- Desa Banjarsawah, Kecamatan Tegalsiwalan
- Desa Bulujaran Lor, Kecamatan Tegalsiwalan
- Rute pendek yang dikhususkan untuk sepeda pun ikut dilalui — padahal hanya berupa bata patako, bukan paving blok yang kuat menahan beban berat.
📌 Janji Dinas Dinilai Mengabaikan Kerusakan
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Kabupaten Probolinggo, Jumat (9/9), Kepala Dinas PUPR Hengky berjanji memperbaiki jalan alternatif setelah jembatan selesai. Sikap ini dinilai abai dan ambisius — membiarkan infrastruktur desa rusak terus tanpa solusi sementara.
"Jalan alternatif ini hanya menggunakan bata patako, bukan paving blok. Pemasangan lampu PJU yang dijanjikan juga belum terealisasi. Ini yang membuat kami was-was."
— Samat Jawara, Ketua DPC LSM Penjara Indonesia, Minggu (13/9/2026)
📢 LSM Tegaskan Terus Mengawal
LSM Penjara Indonesia menegaskan tidak akan berhenti mengawal proyek ini sampai tuntas.
"Kalau bukan kita yang awasi kinerja Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, siapa lagi? Kami akan terus memantau kerusakan jalan dan meminta perbaikan segera, tidak perlu menunggu jembatan selesai."(tim)
