PROBOLINGGO – Liputan5News.com
Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU 54.672.14 yang berada di Desa Banjarasari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Selasa (8/9/2026) pagi.
SPBU tersebut berada di sisi barat Pabrik PT Alamo, di jalur selatan Jalan Raya Tongas–Probolinggo. Lokasi tersebut masuk wilayah hukum Polres Probolinggo Kota dan Polsek Sumberasih.
Pantauan wartawan Liputan5News.com sekitar pukul 06.00 hingga 07.30 WIB menemukan antrean kendaraan yang cukup panjang. Sejumlah pengendara yang diduga merupakan tengkulak BBM tampak memenuhi antrean untuk melakukan pengisian bahan bakar.
Beberapa kendaraan yang terlihat menggunakan sepeda motor jenis Suzuki Thunder dan Yamaha Vixion yang diduga telah mengalami modifikasi pada bagian tangki atau tempat penampungan BBM. Kendaraan tersebut disebut digunakan untuk mengangkut BBM dalam jumlah lebih banyak dibandingkan penggunaan kendaraan pada umumnya.
Dari pantauan di lokasi, terdapat sejumlah pengendara yang melakukan pembelian BBM dalam nominal cukup besar. Kondisi tersebut diduga menyebabkan antrean semakin panjang dan menghambat masyarakat umum yang hendak mengisi BBM untuk kebutuhan sehari-hari maupun bekerja.
Salah seorang warga yang hendak berangkat bekerja mengaku harus menunggu cukup lama akibat panjangnya antrean.
“Ini sudah hampir satu jam antre, Mas. Saya mau berangkat kerja,” ujar salah seorang warga kepada wartawan.
Warga lainnya juga mengeluhkan kondisi serupa. Seorang PNS yang hendak mengajar di wilayah Kuripan mengaku sudah cukup lama berada di dalam antrean.
“Saya sudah antre sekitar satu jam dan belum juga sampai. Tempat kerja saya jauh, Mas,” keluhnya.
Warga menduga aktivitas pengisian BBM dalam jumlah besar oleh sejumlah pihak telah menjadi salah satu penyebab antrean panjang di SPBU tersebut.
Selain itu, muncul dugaan adanya hubungan yang saling menguntungkan antara oknum operator SPBU dengan pihak yang membeli BBM dalam jumlah besar. Namun, dugaan tersebut masih perlu dibuktikan melalui pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum (APH) maupun instansi yang berwenang tidak hanya menunggu laporan masyarakat, tetapi dapat melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas pengisian BBM di SPBU tersebut.
Pasalnya, berdasarkan pantauan media, aktivitas pengisian oleh sejumlah pengendara yang diduga tengkulak terlihat pada waktu-waktu tertentu, khususnya sekitar pukul 04.00 pagi hingga 07.30 WIB.
Warga juga meminta agar pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi diperketat sehingga masyarakat yang membeli BBM untuk kebutuhan pribadi dan bekerja tidak dirugikan akibat antrean panjang.
Hingga berita ini ditulis, pihak pengelola SPBU 54.672.14 maupun pihak terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai dugaan adanya pembelian BBM subsidi dalam jumlah besar serta dugaan keterlibatan oknum operator.
Liputan5News.com akan terus melakukan konfirmasi dan memberikan ruang hak jawab kepada pihak SPBU maupun pihak-pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini.(tim)
