Liputan5news.com - Jember - Program Optimasi Lahan Non Rawa (OPLAH) berupa pembangunan jaringan irigasi tersier terus digulirkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Salah satu realisasinya berada di Desa Wonorejo, kecamatan kencong kabupaten Jember, dengan panjang pekerjaan mencapai 300 meter.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kelompok Poktan ''Harapan Tani'' waktu pelaksana 3-Agustus sampai 30-oktober 2026. Nilai Anggaran 294.000.000. dari APBN Tahun Anggaran 2026 melalui kementerian Pertanian Irigasi Pertanian.
Pembangunan saluran irigasi tersebut bertujuan untuk memperlancar distribusi air ke lahan pertanian, meningkatkan intensitas tanam, serta menjaga produktivitas hasil pertanian masyarakat.
Ketua UPK unit pelaksana kegiatan Sutimbang, menyampaikan bahwa keberadaan jaringan irigasi ini sangat membantu petani dalam mengatasi kendala kekurangan air, terutama pada musim kemarau ,
Selain itu kami mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Desa dan dinas pertanian yang telah merealisasikan pembangunan sier tersebut.
Dengan suplai air yang lebih stabil, petani di harapkan mampu meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.
Ditempat berbeda Salah satu petani setempat, Edi, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah atas terealisasinya program tersebut.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Irigasi ini sangat penting bagi petani dan menjadi penopang utama dalam menjaga ketahanan pangan di desa kami,” ungkapnya.
Melalui program Optimasi Lahan Non Rawa ini, pemerintah berharap sektor pertanian di wilayah pedesaan semakin kuat, produktif, dan mampu menjadi penyangga ketahanan pangan daerah maupun nasional. (vid)
