PROBOLINGGO – Liputan5News.com
Proyek pembangunan bahu jalan di Desa Petunjungan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, diduga tidak transparan dan menyisakan sejumlah kejanggalan. Tim investigasi gabungan LSM dan media menemukan berbagai ketidaksesuaian di lokasi pekerjaan. (Kamis, 20/8/2026)
Berdasarkan temuan di lapangan, hal-hal yang mencurigakan antara lain:
1. Ketebalan rabat beton kurang dari standar 12 cm;
2. Tidak terdapat papan nama proyek di lokasi;
3. Tidak dilakukan pemadatan tanah sebelum pengecoran.
Tim investigasi yang dipimpin M. Ali telah berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Petunjungan melalui pesan WhatsApp, namun hingga berita ini ditayangkan tidak ada tanggapan.
"Karena tidak adanya respons, kami menduga kuat terjadi indikasi mark-up anggaran dalam proyek ini," tegas M. Ali.
Pihaknya berencana melaporkan temuan tersebut secara resmi pada minggu depan kepada Inspektorat Kabupaten Probolinggo serta Kejaksaan Negeri agar dilakukan audit mendalam dan kejelasan pertanggungjawaban penggunaan anggaran.
"Seluruh penggunaan Dana Desa maupun Bantuan Keuangan wajib transparan kepada masyarakat, agar warga dapat mengetahui kegiatan apa saja yang dibiayai di desanya," ujarnya.
Sejalan dengan itu, sejumlah warga sekitar mengungkapkan ketidakpuasannya. Mereka meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
"Selama ini kepala desa beserta stafnya tidak transparan, Mas. Banyak jalan yang baru dikerjakan pada tahun 2024 dan 2025 sudah rusak," ungkap salah seorang warga kepada awak media.(tim)
