Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

WAHYUDI 32 TAHUN TEWAS MENGENASKAN SETELAH DIANIAYA SECARA BRUTAL MENGGUNAKAN SENJATA TAJAM JENIS CLURIT DIBLAKANG RUMAH SENDIRI

 


LUMAJANG liputan 5 news.com

Jerit tangis Rika Kusumawati pecah di koridor Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Haryoto Lumajang, Jawa Timur, Selasa (14/7/2026). Ia masih tidak menyangka, suaminya, Wahyudi (32), tewas mengenaskan setelah dianiaya secara brutal menggunakan senjata tajam jenis celurit di rumah mereka. 

Peristiwa berdarah ini terjadi di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Wahyudi ditemukan tewas berlumuran darah di belakang rumahnya dengan luka bacok parah di bagian punggung, pundak, dan daun telinga yang terputus. 

Terduga pelaku pembunuhan diduga kuat adalah rekan korban sendiri berinisial H (Huri), warga Kecamatan Malasan, Kabupaten Probolinggo.

🔷 Kesaksian Pilu Sang Istri: Saya Bangun, Suami Langsung Dibantai 

Rika Kusumawati menceritakan detik-detik mencekam saat suaminya diserang secara membabi buta. Saat itu, ia terbangun dari tidurnya karena mendengar kegaduhan di dalam rumah.

Saat membuka mata, Rika langsung dihadapkan pada pemandangan mengerikan. Suaminya tengah diserang oleh pelaku menggunakan senjata tajam.

"Saya bangun tidur itu langsung dibantai itu suami saya," ujar Rika sembari terisak di RSUD dr. Haryoto Lumajang, Selasa (14/7/2026). 

Rika mengaku tidak mengenal dekat pelaku yang tiba-tiba datang menyerang suaminya tersebut. Namun, ia kerap melihat wajah pelaku sebelumnya. "Pelakunya satu orang, tidak kenal, saya hanya tahu saja orangnya," kata Rika.

Ketika ditanya mengenai motif di balik pembunuhan keji tersebut, Rika mengaku sama sekali tidak mengetahui konflik apa yang sedang terjadi antara suaminya dan pelaku. Selama ini, sang suami tidak pernah terbuka mengenai masalah pribadi maupun pekerjaan kepadanya. 

"Saya enggak boleh ikut-ikut urusan laki-laki, jadi saya tidak tahu masalahnya apa," ungkapnya lirih.

🔷 Kronologi Kejadian, Korban Dibangunkan Saat Tidur 

Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa pembunuhan di Lumajang ini bermula saat pelaku berinisial H mendatangi kediaman korban pada dini hari. Sebelum masuk ke rumah korban, pelaku sempat menemui tetangga korban yang bertindak sebagai saksi. 

Kasubsi Humas Polres Lumajang, Ipda Suprapto, menjelaskan bahwa pelaku sempat bertanya kepada saksi mengenai keberadaan Wahyudi yang saat itu tengah tertidur pulas di dalam rumah. 

"Kemudian saksi mempersilakan pelaku duduk dan pelaku mencari keberadaan korban. Kemudian saksi tersebut memanggil korban, akhirnya mereka bertemu," kata Ipda Suprapto saat dikonfirmasi. 

Namun tanpa diduga, begitu korban menemui pelaku, H langsung mengeluarkan sebilah celurit dan menyerang Wahyudi secara membabi buta. Saksi yang berada di lokasi sempat berupaya melerai pertikaian tersebut, namun ia justru ikut diserang oleh pelaku.

"Akhirnya saksi berlari keluar rumah untuk meminta bantuan. Setelah kembali ke dalam rumah, korban didapati sudah meninggal dunia di belakang rumahnya, dan pelaku kabur ke luar rumah ke arah barat," jelas Suprapto.

Warga sekitar yang geger langsung melaporkan kejadian dugaan carok maut ini kepada perangkat desa setempat untuk diteruskan ke Polsek Klakah Lumajang. (kompas)