Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Tradisi Leluhur Tetap Hidup: Wujud Syukur dan Doa Bersama untuk Kemakmuran Desa”Udik Suharto: Ini Bukti Gotong Royong Warga Lebih Kuat dari Seremonial Pejabat

GRATI, PASURUAN, Liputan5news.com: Tradisi tahunan "Distrikan dan Selamatan Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan"kembali digelar, Sabtu (12/7/2026). Sejak matahari terbit hingga acara usai, ribuan warga tumpah ruah di kawasan Ranu Grati mengikuti prosesi adat yang jadi simbol rasa syukur atas nikmat, rezeki, sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan kemakmuran desa.

Meski Bupati Pasuruan, Wakil Bupati, maupun jajaran pejabat Pemkab Pasuruan tidak hadir, kemeriahan sama sekali tak surut. Gendang, tumpeng, dan doa warga justru makin menggema. 

Tampak hadir Kapolsek Grati, Danramil Grati, Sekretaris Kecamatan Grati, Kepala Desa Ranuklindungan beserta seluruh perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, karang taruna, hingga ibu-ibu PKK. Semua berbaur dalam satu tujuan: nguri-uri tradisi leluhur.

Rangkaian acara diawali kirab tumpeng ageng dan hasil bumi keliling desa, dilanjut doa bersama di tepi Ranu Grati, pagelaran wayang ruwat, dan makan tumpeng bersama. Anak-anak hingga lansia larut dalam suasana guyub yang kental.
 
Salah satu putra daerah Ranuklindungan, Udik Suharto,S.Pd., S.H.,M.Si, yang juga berprofesi sebagai advokat, menyampaikan apresiasi tinggi. 

“Saya angkat topi untuk Pemerintah Desa dan seluruh warga Ranuklindungan. Tanpa kehadiran bupati atau wakil bupati pun, Distrikan dan Selamatan Desa tetap meriah, tertib, dan penuh makna. Ini bukti bahwa roh gotong royong dan kecintaan warga pada desanya jauh lebih kuat dari sekadar seremonial pejabat,” tegas Udik.

Menurutnya, esensi selamatan desa bukan pada siapa yang hadir dari atas, tapi seberapa ikhlas warga menjaga tradisi. “Yang penting doanya sampai, syukurnya nyata, guyubnya terjaga. Justru ini wajah asli desa: mandiri, berdaya, dan berbudaya,” tambahnya.

Kepala Desa Ranuklindungan menyebut Distrikan tahun ini sengaja dikemas sederhana tapi mengakar. “Tidak perlu mewah. Yang penting semua warga merasa memiliki. Alhamdulillah rezeki desa tahun ini lancar, hasil tani bagus, warga sehat. Itu yang kita syukuri bareng-bareng di Ranu Grati,” ujarnya.

Tradisi Distrikan dipercaya sebagai bentuk sedekah bumi dan air, memohon berkah dari Tuhan agar Ranu Grati tetap memberi kehidupan bagi pertanian dan perikanan warga.(ze)