Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Temukan Puluhan Pohon Mati dan Fasilitas Rusak, Ketua Ormas Squad Nusantara Desak DLH Kota Probolinggo Gelar Inspeksi

​PROBOLINGGO – Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Squad Nusantara Probolinggo Raya secara resmi melayangkan permohonan klarifikasi kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo. Langkah ini diambil menyusul ditemukannya puluhan pohon mati serta kerusakan sejumlah fasilitas publik di kawasan Alun-Alun Kota Probolinggo.

​Berdasarkan investigasi dan pantauan langsung di lapangan, Ormas Squad Nusantara mencatat sedikitnya 79 pohon dalam kondisi mati atau sudah tidak layak, sehingga dinilai perlu segera dilakukan penggantian.

​Tak hanya masalah vegetasi, kerusakan fasilitas pencahayaan dan estetika alun-alun juga menjadi sorotan tajam. Tercatat sekitar 75 lampu pot bunga dalam kondisi mati, hampir seluruh tanaman di pot hias dilaporkan mengering, serta 50 persen lampu hias di bawah pohon bungur tidak lagi berfungsi.

​"Mengingat masa pemeliharaan dan perawatan untuk kawasan tersebut saat ini masih berjalan, kami mendesak pihak terkait untuk segera melakukan penggantian tanaman yang mati dan memperbaiki fasilitas yang rusak," ujar perwakilan Ormas Squad Nusantara Probolinggo Raya dalam keterangan tertulisnya desak Kepala DLH Turun Lapangan

Diketahui kontraktor pelaksana proyek trotoar tersebut adalah CV. Probolinggo Cemerlang yang beralamat di Jl. kh Abdul Hamid GG.kebun mandek, Kel. Kebonsari Kulon, Kec. Kanigaran Probolinggo Dengan anggaran. Rp.9.449.822.318.48. Berdasarkan masa waktu pekerjaan kerusakan tersebut masih dalam masa perawatan dan pemeliharaan yang menjadi tanggung jawab rekan penyedia.

​Menyikapi temuan tersebut, Squad Nusantara meminta Kepala DLH Kota Probolinggo untuk tidak tinggal diam. Mereka menuntut pihak dinas terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi guna memverifikasi langsung bobroknya fasilitas di jantung kota tersebut.

​Selain desakan perbaikan fisik, Ormas Squad Nusantara juga meminta respons resmi dari pihak birokrasi. Mereka berharap DLH Kota Probolinggo segera melakukan tindakan yg konkrit sebagai bentuk transparansi dan klarifikasi publik atas kondisi Alun-Alun yang dinilai kurang terawat.

​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah agar ikon Kota Probolinggo tersebut dapat kembali asri dan berfungsi optimal sebagai ruang terbuka hijau andalan warga.(red)