Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Nguri-Uri Budaya Bong Mancilan 2026:“Budaya Jalan, Narkoba Hilang: Warisan Leluhur Jadi Benteng Generasi Muda”

PASURUAN,Liputan5news.com; Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya menggelar kegiatan “Nguri-Uri Budoyo Bong Mancilan 2026”
 sebagai ikhtiar menjaga dan melestarikan kebudayaan lokal. Acara yang dipusatkan di kawasan Bong Mancilan Jl. Pandawa, Pohjentrek, Kec. Purworejo, Kota Pasuruan ini menggandeng berbagai pihak, salah satunya "Badan Narkotika Nasional (BNN) Pasuruan".

Koordinator Aliansi Poros Tengah Pasuruan Raya, Saiful arif menyatakan kegiatan ini bukan sekadar tontonan, tapi tuntunan. “Nguri-uri budaya artinya merawat budaya. Kalau budaya kita kuat, jati diri anak muda juga kuat. Ini benteng paling ampuh agar Gen Z tidak mudah terjerumus narkoba,” ujarnya,sabtu (11/7/2026).
 
Acara yang akan digelar pada 26 juli 2026 pukul.19.00 wib menampilkan seni tradisi: tari tarian tradisional ,karawitan, barongan ,bantengan hingga atraksi pencak silat. Di sela pertunjukan, BNN Kabupaten Pasuruan diberi ruang khusus menyampaikan sosialisasi bahaya narkoba kepada ribuan pengunjung yang didominasi pelajar dan Gen Z.

Kepala BNN Kabupaten Pasuruan,Masduki, S.H., M.H.saat ditemui dikantornya ,rabu 8/7/2026 mengapresiasi langkah Aliansi Poros Tengah. “Pendekatan budaya sangat efektif. Daripada ceramah kaku, anak muda lebih masuk ketika diajak melalui kesenian yang mereka banggakan. Kami sampaikan: masa depan kalian cerah kalau budaya dijaga, narkoba dijauhi,” tegasnya.

Modrek maulana ,tokoh masyarakat Bong mancilan berharap kegiatan ini sebagai benteng pelestarian budaya nusantara,hususnya pasuruan. “Harapannya Bong Mancilan jadi titik temu budaya dan edukasi. Anak muda bangga jadi orang Pasuruan, kenal budayanya, dan paham bahaya narkoba sejak dini,” ungkapnya.

Aliansi Poros Tengah berkomitmen menjadikan “Nguri-Uri Budoyo” sebagai agenda tahunan. Tahun depan ditargetkan melibatkan lebih banyak elemen lembaga kesenian seperti sanggar seni se-Pasuruan Raya.(ze)