Probolinggo – liputan5news.com
Anggaran pemeliharaan rutin jalan Purut–Lumbang yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Timur menuai sorotan tajam. Proyek dengan nilai mencapai Rp1.385.273.189 tersebut diduga tidak memberikan hasil yang maksimal dan terkesan hanya menguntungkan oknum tertentu.
Pasalnya, jalan yang baru sekitar satu bulan diperbaiki kini sudah mengalami kerusakan kembali. Bahkan, kondisinya dinilai lebih parah dibanding sebelum dilakukan perbaikan.
Sejumlah warga Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, mengeluhkan kualitas pekerjaan tersebut. Salah satu warga berinisial AW mengungkapkan kekecewaannya.
“Masak jalan milik provinsi kualitasnya seperti jalan desa. Anggarannya besar, tapi hasilnya murahan,” tegasnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga di perbatasan Desa Purut dan Desa Tandon Sentul. Mereka menilai proyek pemeliharaan rutin tersebut hanya bersifat sementara dan tidak bertahan lama.
“Ini seperti proyek cari untung saja. Baru seumur jagung sudah rusak lagi,” ujar warga lainnya.
Hasil pantauan tim wartawan liputan5news.com bersama DPD LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Probolinggo menunjukkan bahwa perbaikan jalan hanya dilakukan di titik tertentu, khususnya di pintu masuk Desa Purut. Ironisnya, pada bagian tersebut kini sudah mengalami kemiringan dan ambles hingga sekitar 10 cm.
Dengan anggaran yang tergolong besar, masyarakat menilai kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan dana yang telah digelontorkan.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas PU Provinsi Jawa Timur, Ir. Edy Tambeng Widjaja, ST., M.Si., belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp juga tidak mendapat respons hingga berita ini diterbitkan. (Rabu, 1 Juli 2026)
