Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

PONDOK PESANTREN MIFTAHUL KHOIR ASUHAN K.H.SOLEHUDIN M. PDI, SAMBUT BULAN MUHARRAM DAN SANTUNAN ANAK YATIM

PROBOLINGGO – LIPUTAN5NEWS.COM
 
Pondok Pesantren Miftahul Khoir Asuhan K.H. Drs. Solehudin M.Pd.I yang berlokasi di Desa Menyono, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo menggelar peringatan Asyuro atau peringatan 10 Muharram 1448 H. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu malam, 24 Juni 2026 ini mengusung tema “Santunan Anak Yatim dan Pawai Obor Menyambut Bulan Muharram”.
 
Acara yang dipimpin langsung oleh pengasuh pondok pesantren, K.H. Drs. Solehudin M.Pd.I, ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua DPD Lembaga Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Probolinggo, Sudarsono S.H., L.H.
 
Saat ditemui awak media Liputan5News.com, K.H. Drs. Solehudin M.Pd.I menyampaikan bahwa peringatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penyambutan terhadap bulan yang penuh makna sejarah dan keberkahan.
 
“Kami selaku pimpinan Pondok Pesantren Miftahul Khoir mengajak seluruh santriwan, santriwati, dan seluruh warga untuk memperbanyak pembacaan sholawat dan tasbih dalam menyambut datangnya Bulan Muharram,” ujarnya.
 
Hal yang senada disampaikan oleh Ketua DPD LIRA Kabupaten Probolinggo, Sudarsono. Menurutnya, sebagai lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pengawasan dan pemberdayaan masyarakat, pihaknya sepenuhnya mendukung segala kegiatan yang bernuansa keagamaan dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitar.
 
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari kalangan siswa MA dan MTs Miftahul Khoir, para alumni, serta masyarakat sekitar Desa Menyono. Momen penting dalam acara ini adalah pelepasan obor pawai yang dilakukan langsung oleh pengasuh pondok pesantren.
 
Warga Desa Menyono yang akrab disapa Giman mengaku sangat terkesan dengan jalannya acara. “Acara kali ini berlangsung sangat meriah. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini bisa semakin berkembang dan lebih meriah lagi dibandingkan malam ini,” katanya.
 
Selama proses pawai berlangsung, antusiasme warga terlihat sangat tinggi. Jalan-jalan yang dilalui peserta dipenuhi oleh warga yang ingin menyaksikan dan memberikan dukungan, serta turut menyemarakkan suasana sepanjang rute perjalanan.
 
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peringatan keagamaan, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan di tengah masyarakat.(hs)