Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kepala Desa Ranugedang Klarifikasi Terkait Dugaan Penjualan Beras Bantuan


Probolinggo – liputan5news.com

Dugaan penyalahgunaan bantuan sosial kembali mencuat di Kabupaten Probolinggo. Kali ini, tiga oknum perangkat Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, diduga menjual beras bantuan yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Informasi yang beredar di tengah masyarakat menyebutkan bahwa beras bantuan tersebut tidak disalurkan sebagaimana mestinya. Tiga oknum perangkat desa yang disebut-sebut terlibat  Modus yang diduga dilakukan adalah dengan alasan penyaluran langsung ke rumah warga penerima manfaat. Namun dalam praktiknya, beras tersebut diduga justru dijual dalam jumlah besar.

Menanggapi hal ini, Sekretaris LSM Tamperak DPW Jawa Timur, Zainal Arifin, S.Pd., saat memberikan keterangan kepada wartawan pada Selasa (23/6/2026), menyampaikan bahwa permasalahan ini perlu disikapi dengan mediasi dan rembuk bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
Tim wartawan juga telah melakukan konfirmasi kepada Camat Tiris, Bambang Julius Wijanarko. Melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait. Ia juga menilai informasi yang beredar perlu diluruskan melalui mediasi.

Sementara itu, Kepala Desa Ranugedang memberikan klarifikasi bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti terkait dugaan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dalam proses penyaluran bantuan beras, terdapat keterlibatan dari Dinas Sosial, pihak kecamatan, serta Inspektorat.

“Kami tidak mengetahui adanya hal tersebut. Namun kami juga tidak mendukung jika memang ada potensi penyimpangan,” ujarnya.

Zainal Arifin menilai sikap kepala desa tersebut sudah bijaksana dalam menyikapi persoalan yang berkembang di masyarakat. Ia juga menduga bahwa persoalan ini bisa jadi dipicu oleh miskomunikasi.
Ia menambahkan bahwa di desa terdapat tiga pilar yang selama ini siap siaga melayani dan melindungi masyarakat selama 24 jam.

Kasus ini diharapkan segera mendapat perhatian serius dari aparat terkait guna memastikan bantuan sosial benar-benar tersalurkan kepada masyarakat yang berhak, serta menghindari kegaduhan di tengah masyarakat.

Salah satu warga berinisial S juga menyampaikan apresiasinya terhadap Kepala Desa Ranugedang. Ia menilai bahwa isu yang berkembang bisa saja merupakan fitnah atau akibat kecemburuan sosial yang dibesar-besarkan.

“Kami salut dengan kepala desa. Bisa jadi ini hanya fitnah atau rasa iri yang dibesar-besarkan,” ungkapnya saat ditemui wartawan.(tim)