Liputan5news-com- Jember - Para petani di desa di Kecamatan Jomban Kabupaten Jember, Jawa Timur, menggelar tasyakuran dan doa tolak balak menjelang memasuki musim tanam padi Tahun 2026, Jumat, 08 Mei 2026. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar musim tanam berjalan lancar dan hasil panen melimpah
Tasyakuran tersebut diikuti para petani dan Kegiatan rutin ini dilakukan setiap memasuki musim tanam maupun pada pertengahan masa tanam padi.
Pj Desa Keting , Marsudi menyampaikan tasyakuran merupakan wujud syukur kepada Allah SWT atas keselamatan, rezeki, dan keberkahan yang telah diterima para petani.
“Acara ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus doa tolak balak agar para petani diberikan keselamatan. Kami berharap tanaman padi tumbuh produktif, hasilnya berkualitas tinggi, dan harganya baik saat panen raya,” kata Marsudi
Ia menambahkan, tradisi tersebut juga menjadi ikhtiar spiritual agar para petani terhindar dari bencana alam yang dapat menyebabkan gagal panen.
“Semoga kita semua sehat, selamat, dan padi yang ditanam menghasilkan panen yang bagus,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPT pengairan wilayah Kencong-jombang Umar Basar menyampaikan bahwa produktivitas pertanian yang tinggi akan turut mendukung program swasembada pangan nasional.
“Jika hasil panen petani optimal, tentu bisa mendukung target swasembada pangan nasional, termasuk target produksi beras Jawa Timur sebesar 2 juta ton,” tutur Bazar
Tasyakuran digelar secara sederhana di pinggir lahan pertanian di desa keting Para petani menggelar tikar, membawa tumpeng serta makanan dari rumah masing-masing, lalu berdoa bersama.
Usai doa bersama, makanan yang dibawa para petani dibagikan dan sebagian dibawa pulang. Tradisi ini diyakini dapat mempererat kerukunan, meningkatkan keimanan, serta menjadi sarana memohon keselamatan dan hasil panen padi yang melimpah. (Vid)
