PASURUAN, Liputan5news.com:Aliansi Poros Tengah menggelar audiensi ke Bapenda Kota Pasuruan, kamis [7/5/2026], menuntut transparansi Pajak Barang dan Jasa Tertentu [PBJT] atas listrik.
Koordinator Aliansi, Edy Siswanto menegaskan PBJT bukan PAD bebas. “UU HKPD, PP nomor 35 tahun 2023, sampai Putusan MK 52/2011 bilang PBJT itu _earmarking_.dalam Perda Kota Pasuruan malah wajib alokasikan minimal 40% untuk PJU. Faktanya?” tegasnya di ruang rapat Bapenda.
" Bapenda kota Pasuruan tak pernah publikasi berapa total penerimaan daerah dari PBJT serta rincian penggunaan PBJT. Sehingga Warga tak bisa mengawasi,seolah hidup di zaman batu.ungkap pria yang biasa disapa Edi Ambon .
Dalam forum pertemuan bersama BAPPENDA, Aliansi poros tengah juga menyodorkan pertanyaan tentang APBD tahun 2024 - 2025 alokasi PJU berapa persen dari PBJT? Wajib 40%,SiLPA PBJT 2024-2025 larinya ke mana?
Hingga mempertanyakan realisasi PBJT tak pernah tayang di web Bapenda yang dinilai Langgar undang undang keterbukaan informasi publik (KIP.).
Hal lainya ,Aliansi menuntut Bapenda kota Pasuruan lakukan audit Khusus Bapenda-Dishub-Inspektorat-DPRD usut PBJT 2022-2025,Buka Data dan Publikasi realisasi PBJT dan belanja PJU per triwulan,serta Dashboard Publik.
“PBJT dari token listrik rakyat itu akad. Rakyat bayar untuk terang. Kalau puluhan miliar dipungut tapi jalan gelap, Pemkot ingkar janji. Ini potensi PMH, Perbuatan Melawan Hukum,” tutup.Ambon .
Dalam audiensi bersama Bapenda Kota Pasuruan,yang dihadiri oleh Hendrik , salahsatu kepala bidang bersama seorang staf yang hadir tidak memberikan penjelasan secara gamblang tentang tuntutan rinci terkait penerimaan PBJT serta realisasinya.
"Kita di BAPPENDA ini juga sama seperti saudara yang datang hariini,kita juga tidak tahu berapa total penerimaan PBJT serta seperti apa rincian sumber pendapatan dan realisasinya,kita terimanya gelondongan.ungkap Hendrik.
Berbeda dengan Hendrik,staf perempuan disampingnya saat didesa pertanyaan peserta audiensi menyatakan bahwa total penerimaan dari PBJT sekitar 19 miliar rupiah pertahun."kalau rata rata kita menerima setoran dari PBJT tiap bulan 1,6 miliar ."tapi itu hujan nilai pasti.ungkapnya.(ze)
