Liputan5news.com - Sidoarjo. Menyambut momentum bersejarah hampir empat dekade pengabdian di dunia pendidikan Islam, Yayasan Al Muslim Jawa Timur secara resmi menyelenggarakan Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Milad ke-39. Mengusung tema “Faith in Action, Inspiring Generation”. Acara ini dilangsungkan pada Ahad, 3 Mei 2026, bertempat di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Jawa Timur hadir dengan penuh antusiasme. Perjalanan 39 tahun Yayasan Al Muslim Jawa Timur merupakan bukti nyata komitmen yang tak pernah padam dalam mendidik, membina, dan mencetak generasi Muslim yang unggul, berakhlak karimah, serta siap menjadi khalifatullah fil rahmatan lil alamin.
Rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh khidmat sejak pagi hari. Diawali dengan registrasi jamaah pada pukul 06.50, suasana Masjid Nasional Al Akbar Surabaya perlahan dipenuhi jamaah yang terus berdatangan. Lantunan nada islami mengisi ruang sebagai praacara oleh Anisa dan Velona, siswi SMA Al Muslim. Tepat pukul 07.45, dilanjutkan dengan pembukaan MC oleh Nabila, siswi SMP Al Muslim, dan Aulia, siswi SMA Al Muslim.
Ketua Bidang Non-Pendidikan Yayasan Al Muslim Jawa Timur, Ustadz Ahmad Fadil Awaludin, S.E., M.M., menyampaikan sambutan yang menghangatkan suasana sebelum acara inti dimulai. Beliau mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas perjalanan panjang lembaga ini.
"Alhamdulillah, 39 tahun bukan perjalanan yang mudah. Setiap tahun kami melewati ujian, tantangan, dan keberhasilan yang semakin menguatkan kami. Angka ini adalah bukti nyata bahwa komitmen untuk mencetak generasi Muslim yang khalifatullah fil ardh tidak pernah padam," ungkapnya di hadapan ribuan jamaah.
Beliau juga menegaskan bahwa pendidikan Islam yang telah dibangun selama hampir empat dekade ini harus terus melahirkan generasi yang tidak hanya beriman, tetapi juga aktif berkontribusi dan mampu menginspirasi lingkungan sekitarnya.
Acara puncak diisi dengan tausiyah oleh pendakwah nasional, Ustadz Drs. Wijayanto, M.A. Dalam tausiyahnya bertema Inspiring Generation, beliau mengajak jamaah memaknai iman sebagai gerakan nyata melalui hijrah perubahan menuju keadaan yang lebih baik. Generasi yang menginspirasi, tegasnya, lahir dari lima gerakan Qur'ani: At-Taghayyur (berubah), Al-Intibah (bangkit), Asyifa' (menyembuhkan diri dari dosa), At-Tartiib (menata kehidupan), dan Al-Amalu (membangun harapan baru).
Ustadz Wijayanto kemudian menegaskan bahwa hijrah sejati bukanlah sekadar perpindahan tempat, melainkan Hijrah Maknawiyah, perubahan pada keyakinan, pikiran, perasaan, dan perilaku yang harus dilandasi niat tulus karena Allah. Semangat (hamasah) dalam beramal pun harus berdiri di atas tiga pilar: Lillah, Billah, dan Fillah, ikhlas karena Allah, memohon pertolongan-Nya, dan senantiasa sesuai syariat-Nya. Tausiyah ditutup dengan pesan istiqomah: "Jangan tunda kebaikan. Kerjakan apa yang kamu tulis, dan tulislah apa yang akan kamu kerjakan."
Usai tausiyah, sesi tanya jawab berlangsung dan dipandu oleh moderator acara, Rizqiani Putri.
"Acara ini bukan sekadar perayaan, tapi pengingat bagi kita semua bahwa iman harus berbuah tindakan nyata," ungkapnya saat menutup sesi tanya jawab.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama, sesi foto dan pembagian doorprize yang disambut meriah oleh jamaah, sebelum akhirnya resmi ditutup oleh MC.
Ketua Pelaksana Milad ke-39 Yayasan Al Muslim, Nufus Farichah, S.Pd. Menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara yang penuh makna ini.
"Milad ke-39 menjadi momentum bagi kita semua untuk terus bergerak, berkontribusi, dan menginspirasi sesama," tuturnya penuh semangat.
Tabligh Akbar ini menjadi bukti nyata bahwa selama 39 tahun, Yayasan Al Muslim Jawa Timur tidak hanya bergerak dalam dunia pendidikan Islam, tetapi juga terus menyalakan semangat dakwah di tengah masyarakat luas. Selamat Milad ke-39 Yayasan Al Muslim Jawa Timur, semoga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah perjuangan dan menjadikan yayasan ini semakin rahmatan lil alamin di masa-masa mendatang.(Yanti)




