Liputan5news.com - Sidoarjo. Kesenian tradisional jaranan dinilai belum mendapat perhatian optimal dari pemerintah daerah. Padahal, budaya tersebut telah lama hidup di tengah masyarakat dan memiliki nilai sejarah, edukasi, sekaligus hiburan.
Menanggapi hal itu, DPRD Kabupaten Sidoarjo menyatakan komitmennya untuk mendukung pelestarian kesenian jaranan agar tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, Warih Andono, mengatakan perhatian terhadap seni dan budaya lokal masih perlu ditingkatkan. Ia mendorong pemerintah daerah agar lebih terbuka dan serius dalam merawat warisan budaya.
"Saya sebagai anggota DPRD tidak akan tinggal diam untuk mengangkat kebudayaan di Sidoarjo. Jika perhatian masih kurang, maka harus mulai ada gerakan agar budaya daerah bisa bangkit kembali," ujar Warih saat menghadiri Gebyar Seni dan Budaya Jaranan, Minggu (26/4/2026).
Menurutnya, kesenian tradisional seperti jaranan jawi perlu terus dilestarikan dan dikenalkan, terutama kepada generasi muda. Ia juga menegaskan DPRD siap berkolaborasi dengan para budayawan untuk memberikan dukungan nyata.
"Kami akan mewadahi dan memberi dukungan bagi para pelaku seni. Kegiatan seperti ini menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali budaya jaranan, apalagi antusias masyarakat cukup tinggi," tambahnya.
Acara tersebut turut dimeriahkan penampilan kelompok jaranan dari Desa Candi yang mendapat sambutan meriah dari pengunjung.
Di sisi lain, Ketua Panitia Dekki Dento H mengapresiasi dukungan DPRD Sidoarjo yang dinilai memberi semangat bagi para pelaku seni tradisional untuk terus berkarya.
Ia berharap ke depan pertunjukan jaranan dapat digelar secara rutin dan masuk dalam agenda resmi pemerintah daerah, sehingga berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya.
"Kami berharap kesenian jaranan bisa tampil rutin, misalnya setiap bulan, agar semakin dikenal dan menjadi bagian dari destinasi wisata daerah," pungkasnya.(Yanti)

