Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Rencana Pemanfaatan PSEL Perlu Langkah Terukur


Liputan5news.com - Sidoarjo. Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih menyampaikan rencana pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) memang membuka peluang baru, namun tetap perlu langkah terukur agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas. 


“PSEL ini menarik sekali, tapi kita perlu duduk bersama untuk merencanakan semuanya,” ujar Abdillah dengan nada santai saat berkunjung ke Kantor DLHK Sidoarjo, Rabu (29/4/2026).


Nasih menekankan pentingnya master plan pengolahan sampah yang jelas. Bagi Nasih, dokumen tersebut bukan sekadar rencana teknis, tetapi panduan agar Sidoarjo bisa mengelola sampah secara berkelanjutan—mulai dari menghitung jumlah sampah harian, kebutuhan anggaran, hingga bagaimana program zero waste di TPS tetap berjalan berdampingan dengan rencana PSEL. 


"Kalau semua terukur sejak awal, kita bisa melihat manfaat nyatanya, bukan hanya untuk pemerintah, tapi juga untuk masyarakat dan lingkungan,” ungkapnya.



Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, turut menjelaskan bahwa adanya PSEL akan membantu mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jabon. Saat ini, ketinggian tumpukan sampah di lokasi tersebut sudah mencapai sekitar 20 meter. Dengan rencana pengiriman 150 ton sampah per hari, masa pakai TPA bisa lebih panjang.


“Ini salah satu cara untuk menjaga lingkungan kita tetap nyaman,” jelas Arif.


Arif juga menyampaikan bahwa PSEL direncanakan mulai berjalan pada 2028, sementara DLHK saat ini masih mematangkan perhitungan biaya operasional dan skema pengiriman sampah ke TPA Benowo setiap hari.


Dengan perencanaan yang lebih rapi dan kerja sama banyak pihak, pengolahan sampah di Sidoarjo diharapkan bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga langkah bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.(Yanti)